Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRAGEDI SUKHOI: Majalah Angkasa bantah rumor HP korban aktif

JAKARTA: Beredarnya isu telepon selular atau handphone dua wartawan Majalah Angkasa masih aktif yang ikut dalam penerbanan joy flight Sukhoi Super Jet 100, dibantah oleh manajemen majalah tersebut.Dalam rilisnya, Majalah Angkasa membantah isu bahwa kedua
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 11 Mei 2012  |  17:38 WIB

JAKARTA: Beredarnya isu telepon selular atau handphone dua wartawan Majalah Angkasa masih aktif yang ikut dalam penerbanan joy flight Sukhoi Super Jet 100, dibantah oleh manajemen majalah tersebut.Dalam rilisnya, Majalah Angkasa membantah isu bahwa kedua wartawannya yang ikut penerbangan sukhoi super Jet 100 yang nahas 3 hari lalu di Gunung Salak, Bogor, menghidupnya handphone (HP).Dalam rilisnya disebutkan sehubungan banyaknya beredar informasi tentang aktivasi HP di pesawat dari wartawan Majalah Angkasa di dalam Sukhoi, disampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan ke operator dan dapat info bahwa HP atas nama Dody Aviantra mendapatkan sinyal terakhir di Bandara Halim Perdana Kusuma pukul 14.16 WIB.Selanjutnya, tentang informasi bahwa aktivasi HP pada pukul 17.00 WIB atas nama wartawan Angkasa, info itu tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak benar."Jadi informasi bahwa HP wartawan kami masih aktif sebagaimana info yang beredar via Twitter atau blackberry massanger (BBM) adalah tidak benar, dan Majalah Angkasa sudah mengonfrmasi ke operator selular bersangkutan," tulis manajemen Majalah Angkasa melalui akun twitter @Angkasa_Magz.Pakar telematika Roy Suryo juga dalam akun twitternya @??KRMTRoySuryo mengatakan meski secara resmi tetap harus menunggu hasil Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) setelah memeriksa black box (kotak hitam), tetapi dia menganalisa menunjukkan adanya inisiatif untuk berani turun dari 10.000 kaki ke 6.000 kaki sampai dimungkinkan tidak menghiraukan GPWS.  Bahkan ketika Sukhoi SSJ-100 ini masih di kecepatan 400Km/jam adalah hal yang sangat fatal."Jadi sama sekali bukan karena HP seperti isu yang banyak beredar, apalagi hp sudah off ketika pesawat take off dan tidak pernah terdeteksi menyala lagi," ucapnya.Kerasnya benturan di lereng Gunung Salak di ketinggian 5.800 kaki ini, lanjutnya, yang membuat ELT/ELBA sampai sempat berfungsi karena memperoleh impact >25G, namun semoga black box masih tetap bisa dianalisa nantinya. (faa) 

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

Ini 10 Artikel MOST READ Setahun Terakhir


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top