Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ORMAS SIPIL bahas perdamaian & resolusi konflik

SEMARANG: Sejumlah ormas sipil di Tanah Air membahas perdamaian dan resolusi konflik yang masih terus terjadi hingga menimbulkan kondisi kurang kondusif.Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) Noor Huda Ismail mengatakan sejumlah program yang dibahas
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  13:45 WIB

SEMARANG: Sejumlah ormas sipil di Tanah Air membahas perdamaian dan resolusi konflik yang masih terus terjadi hingga menimbulkan kondisi kurang kondusif.Direktur Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) Noor Huda Ismail mengatakan sejumlah program yang dibahas mulai dengan proses identifikasi dan pemetaan konflik di berbagai daerah."Kami belajar bersama dan saling bertukar pikiran serta pengalaman dalam menangani konflik di daerah masing-masing," ujarnya hari ini.Menurutnya, berbagai jenis konflik di Tanah Air berhasil dipetakan. Sebagian besar dipicu oleh berbagai hal di antaranya berbasis sumber daya alam, agama, politik, sosial budaya, serta konflik yang berkaitan dengan isu perburuhan.Kegiatan yang digelar 7-10 Mei di Hotel Quest Semarang itu diikuti sebanyak 37 ormas sipil dengan mengusung tema "Temu Nasional Jaringan Kerja Masyarakat Sipil Untuk Perdamaian".Temu nasional kali ini merupakan agenda kedua kalinya setelah kegiatan serupa di Bogor pada Juli 2011. Jumlah peserta tahun ini meningkat menjadi 37 ormas sipil dari tahun lalu 22 ormas.Para agen perdamaian datang dari berbagai belahan kota dan daerah di Indonesia yang merupakan utusan dari enam wilayah yakni pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, NTB dan Madura, Sulawesi, Maluku dan Papua. (tw)  


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmat Sujianto

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top