PENCURIAN ORGAN TUBUH: Yang terjadi pada TKI di Malaysia meresahkan

JAKARTA: Keluarga dari tiga orang Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada, dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.Tiga TKI
Lingga Sukatma Wiangga | 24 April 2012 08:26 WIB

JAKARTA: Keluarga dari tiga orang Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada, dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.Tiga TKI yang tewas dalam penembakan itu, Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Herman (34) serta Abdul Kadir Jaelani (25). Herman dan Jaelani merupakan paman dan keponakan, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lotim.Dugaan itu baru sebatas merujuk kepada penuturan Hirman, salah seorang anggota keluarga dari Abdul Kadir Jaelani yang melihat langsung kondisi jasad ketiga TKI itu di rumah sakit Port Dickson Malaysia, seperti dikutip dari Antara.Hirman mengaku sempat melihat kondisi ketiga jenazah TKI itu sebelum dikafani dan dimasukkan ke dalam peti untuk diterbangkan ke Indonesia.Jenazah ketiganya tiba di kampung halamannya, Rabu (5/4), dan dikuburkan sanak keluarganya di pekuburan keluarga di Pancor Kopong.Hirman merupakan utusan keluarga para TKI untuk mengambil jasad korban di Malaysia, kemudian menceritakan kejanggalan yang ditemuinya itu kepada pejabat Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (STT) Lombok Timur, BP3TKI NTB, LSM Koslata NTB dan lembaga Advokasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI).Kejanggalan pada tubuh ketiga jasad TKI NTB itu juga sudah ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi NTB yang menyurati KBRI dan Kementerian Luar Negeri serta BNP2TKI guna mempertanyakan kronologi kematian ketiganya.Dugaan adanya praktik pencurian organ tubuh terhadap ketiga TKI asal NTB itu makin menguat jika dikaitkan dengan surat resmi KBRI Malaysia yang ditandatangani Sekretaris Dua Konsuler Heru Budiarso.Dalam surat resmi itu, KBRI menyatakan tidak ikut bertanggungjawab dalam proses pemulangan jasad TKI itu karena kondisi tidak memungkinkan untuk pengecekan sebab-musabab kematian.KBRI Malaysia hanya diberi tahu oleh Polisi Balai Port Dickson, bahwa tiga jasad TKI asal Lombok Timur, NTB, tewas setelah terkena rentetan peluru atau multiple gun shot wounds, dan hendak dipulangkan ke kampung halamannya.Selain itu, sanak keluarga tiga TKI tewas tertembak itu juga merasa janggal dengan adanya dua informasi berbeda soal kematian mereka.Pada Jumat (23/4), sebelum ketiganya ditemukan meninggal, salah seorang di antaranya yakni Herman, menelepon istrinya dan mengabarkan bahwa saat itu ia bersama dua orang temannya sedang memancing di suatu tempat pemancingan.Bahkan sempat mengabarkan hendak pulang ke Lombok Timur karena kangen sama istri dan anaknnya.Pada 25 April 20012, media massa di Malaysia memberitakan penemuan dua unit sepeda motor di lokasi pemancingan, yang ternyata berita tersebut ada kaitannya dengan ketiga TKI Lombok Timur itu.Wildan selaku sepupu Abdul Kadir Jaelani yang juga berada di Malaysia kemudian melaporkan kehilangan sepeda motor, hingga disarankan untuk mengecek ke rumah sakit, dan ternyata ketiga TKI pengguna sepeda motor itu telah terbaring kaku di Hospital Port Dickson Negeri Sembilan, Malaysia.Versi lainnya, yang juga bersumber dari pemberitaan media massa di Malaysia, menyebutkan ketiga TKI NTB itu tewas diberondong peluru karena terlibat perampokan.(api)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Headlines BISNIS INDONESIA Hari Ini

+ YAMAHA Rilis Motor Baru MATIC MASKULIN

+ Ahh, Repotnya ngurus SUBSIDI BBM

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BANK MANDIRI to Pay IDR2,5 Trillion DIVIDENTS

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ SINGAPURA ngeles lagi soal RESIPROKAL

 

 

Tag :
Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top