JOGER BALI diboikot pebisnis pakaian Sulsel

MAKASSAR: Pengusaha pakaian asal Sulawesi Selatan mengecam perusahaan kreatif Joger di Bali yang dianggap tidak etis dalam mengolah kata-kata yang diadopsi dalam produksi pakaiannya. 
News Editor | 15 April 2012 12:31 WIB

MAKASSAR: Pengusaha pakaian asal Sulawesi Selatan mengecam perusahaan kreatif Joger di Bali yang dianggap tidak etis dalam mengolah kata-kata yang diadopsi dalam produksi pakaiannya. 

 
Musly Anwar, pengusaha pakaian asal Luwu mengaku kecewa dengan produksi kata-kata Joger Bali edisi 160508 TSBR yang dianggap melecehkan budaya di Sulawesi Selatan. 
 
"Kami juga memproduksi kata-kata jenaka dalam setiap produksi, tetapi setiap kata-kata yang tercetak kami kaji dulu. Jangan sampai ada kata-kata yang mengarah ke pelecehan suku, agama, bahasa dan ras," ujarnya kepada Bisnis hari ini. 
 
Pemilik produksi pakaian Kadake ini mengaku khawatir dengan adanya kalimat yang diproduksi perusahaan T-shirt khas Bali yang sudah kebablasan dalam mengola kata-kata.  
 
"Bisnis kata-kata memang tidak mudah, pengusaha [kreatif] tetap harus punya etika dalam setiap produksinya. Kata-kata yang dicetak harus dipikirkan dulu sebelum dilempar ke pasar," keluh dia. 
 
Hal sama juga disampaikan Riyadi Achmad, pemilik Karaeng T-shirt di Makassar. Dia mengingatkan manajemen Joger Bali agar menarik setiap produksi yang mengarah pada SARA (suku, agama dan ras) agar hal itu bisa menghindari terjadinya gejolak protes dari masyarakat. 
 
"Terus terang ini bukan persaingan bisnis. Kami hanya mengingatkan agar pengusaha T-shirt lebih bermoral setiap mengolah kata-kata," ungkap dia. 
 
Biang dari kekecewaan itu adalah kata-kata yang menyinggung. Apalagi, lanjutnya beberapa kelompok masyarakat dari Makassar telah mengajukan surat protes ke manajemen Joger Bali agar menghentikan produksi kata-kata yang menyampaikan pesan 'Makassar sebagai kota yang kasar'. 
 
Sementara itu, pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) komisariat Universitas Muslim Indonesia, Alimuddin Lau menyesalkan adanya produksi kata-kata Joger Bali yang dianggap melecehkan suku Makassar. 
 
"Kami masih menunggu keputusan komisariat mengenai masalah ini. Rencananya kami akan turun, boikot produksi Joger Bali yang ada di Makassar," tegasnya. (sut) 
 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hendra Nick Arthur
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top