DANA CSR: Alokasi Bank Mandiri meningkat 30%

MALANG: Alokasi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Mandiri pada 2012 diprediksikan meningkat 30% dibandingkan dengan realisasi penyaluran program tersebut pada 2011.Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rahman, mengatakan nilai
News Editor | 12 April 2012 14:48 WIB

MALANG: Alokasi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Mandiri pada 2012 diprediksikan meningkat 30% dibandingkan dengan realisasi penyaluran program tersebut pada 2011.Direktur Institutional Banking Bank Mandiri Abdul Rahman, mengatakan nilai CSR bank tersebut pada 2012 mencapai Rp310 miliar, yang terdiri atas Rp145 miliar untuk program bina lingkungan dan Rp165 miliar untuk kemitraan.“CSR pada 2011 diambil dari laba 2010. Ketentuannya, 4% dari laba diperuntukkan program kemitraan dan bina lingkungan,” kata Abdul Rahman di sela-sela Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja sama serta Penyerahan CSR Pembangunan SMA Brawijaya Smart School PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Universitas Brawijaya (UB) di Malang, hari ini.Menurut dia, laba 2011 meningkat 30% bila dibandingkan 2010. Karena itulah, dana CSR pada 2012 diperkirakan lebih besar daripada CSR 2011.Namun penentuan besaran CSR 2012 dan peruntukkannya, kata dia, menunggu hasil rapat umum pemegang saham yang akan digelar pada 23 April nanti. “Mudah-mudahan dana CSR juga bisa naik 30% bersamaan dengan kenaikan laba.”Program-program CSR Bank Mandiri, dia menegaskan, terutama difokuskan pada bidang pendidikan. Proporsinya mencapai 60%-65%. Sisanya untuk lingkungan hidup, energi terbarukan, dan lainnya.Karena itulah, kata Abdul Rahman, Bank Mandiri antusias merespon usulan dari UB yang mengembangkan SMA Brawijaya Smart School. Bank Mandiri membantu dana untuk pembangunan SMA tersebut senilai Rp2,487 miliar. Pertimbangannya, program SMA tersebut cukup baik, mengembangkan kurikulum SMA yang mendukung kurikulum perguruan tinggi PT.Rektor UB Prof Yogi Sugito, mengatakan penelitian kurikulum SMA perlu dilakukan karena selama ini ada keluhan masih belum menyambung dengan kurikulum di PT.Menurut dia, mata kuliah dasar umum di PT mestinya tidak diperlukan lagi karena mestinya sudah diajarkan di tingkat SMA. Namun pada praktiknya, PT tetap perlu memberikan mata kuliah dasar umum karena output lulusan dari SMA terhadap penguasaan ilmu-ilmu dasar dirasakan masih kurang.“Ini harus dipecahkan. Padahal logikanya siswa SMA itu kan melanjutkan kuliah ke PT. Jadi mestinya kurikulumnya harus match dengan kurikulum PT.Gandeng PTAbdul Rahman menegaskan pula, Bank Mandiri menggandeng 19 PT di Indonesia, termasuk UB, dalam mengelola transaksi keuangan. Dengan ditanganinya transaksi keuangan tersebut oleh bank, maka akan meningkatkan efisiensi operasional dan memudahkan mahasiswa dalam memenuhi kewajibannya.Selain itu, Bank Mandiri selama lima tahun berturut-turut menjadi bank penerima pembayaran uang pendaftaran calon peserta saringan nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) di 61 PT negeri.“Pada 2012, kami ditunjuk menjadi bank penerima pembayaran uang pendaftaran  calon peserta seleksi masuk Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (SPMB-PTAIN). Mungkin karena kami berhasil dalam menengani penerimaan pemb ayaran SBMPTN sehingga ditunjuk untuk menangani SPMB-PTAIN.”(faa)

Sumber : Choirul Anam

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top