SETGAB PECAH: PKS bahas opsi mundur

JAKARTA:Partai Keadilan Sejahtera menyatakan partainya tengah melakukan pembahasan  soal opsi kemungkinan mundurnya PKS dari partai yang berkoalisi dengan pemerintahan pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono.Menteri Sosial
Martin-nonaktif | 05 April 2012 16:51 WIB

JAKARTA:Partai Keadilan Sejahtera menyatakan partainya tengah melakukan pembahasan  soal opsi kemungkinan mundurnya PKS dari partai yang berkoalisi dengan pemerintahan pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono.Menteri Sosial dari PKS Salim Segaf Al-Jufri  mengatakan  PKS dalam mempertimbangkan  mundur tidaknya partai itu dari koalisi juga mempertimbangkan keinginan dari kalangan masyarakat.”Memang ada keinginan untuk mundur, tapi saya pikir itu masih dalam pembahasan. Keinginan mundur atau tidak mundur  [juga tergantung] keinginan masyarakat, tapi  [yang] jelas  masih dibicarakan,” kata Salim menjawab pertanyaan wartawan di Istana Presiden hari ini.Salim mengatakan soal perombakan kabinet (reshuffle)  sepenuhnya merupakan hak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.Dia menambahkan sampai saat ini kalangan menteri dari PKS belum dipanggil oleh Presiden Yudhoyono. Di kabinet ada tiga menteri yang berasal dari PKS, yaitu  Menteri Komunikasi dan Informarmatika Tifatul Sembiring, Menteri Sosial Salim Segaf, dan Menteri Pertanian Suswono. ”Belum,” kata Salim.Seperti diketahui rapat paripurna DPR  memutuskan memilih  Opsi II yang menyebutkan bahwa tidak ada kenaikan harga BBM, namun  memberikan ruang bagi pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jika deviasi ICP mencapai 15% dalam waktu 6 bulan. Opsi I adalah  tidak menaikkan harga BBM sama sekali.Fraksi Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Golkar memilih Opsi II.Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra tetap memilih Opsi I yang menolak kenaikan harga BBM. Dua politisi PKB yaitu Effendi Choirie dan Lily Wahid juga memilih opsi ini. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top