KOMITE LISTRIK: Tingkat kesalahan pemasangan listrik ditekan

 
News Editor | 04 April 2012 20:37 WIB

 

 

MAKASSAR: Komite Nasional Keselamatan untuk Instalasi Listrik wilayah Sulawesi Selatan dan Barat akan menekan tingkat kesalahan pemasangan listrik yang memicu terjadinya kebakaran akibat hubungan arus pendek. 

Ketua Komite Nasional Keselamatan untuk Instalasi Listrik (Konsuil) Wilayah Sulselbar, H Samsuddin Djoha di Makassar, Rabu, mengungkapkan pihaknya akan melakukan pemeriksaan sebanyak 62.000 sambungan listrik baru dalam kuartal I tahun ini.

 

"Kami sudah menyelesaikan pemeriksaan 102.000 sambungan pada tahun lalu. Kesalahan yang kami temukan itu sekitar 12%-14%," ujarnya, Rabu, 4 Maret 2012. 

 

Optimalisasi pemeriksaan pemasangan sambungan listrik ini dilakukan, menurut dia, untuk menekan terjadinya kesalahan pemasangan instalasi listrik yang tidak sesuai dengan prosedur. "Sudah ada sekitar 5% pada awal tahun ini. Kesalahan 14% tahun lalu menjadi 9% saat ini," ucapnya. 

 

Konsuil terus mengkaji tingkat kesalahan pemasangan yang dilakukan kontraktor listrik, dia menjelaskan setiap pemasangan diminta harus sesuai dengan prosedur, sebab 75 Persen kebakaran yang terjadi disebabkan adanya gangguan arus listrik 

 

Dia menyebutkan, sekitar 50% instalasi ditemukan kurang baik akibat kurangnya pemahaman masyarakat mengenai standar pemasangan intalasi listrik dan bahan material apa yang layak digunakan di rumahtangga. 

Tentunya dengan mengetahui harga material, masyarakat dapat terhindar dari biaya pemasangan instalasi listrik yang diluar dari kepatutannya. "Masyarakat juga banyak yang tidak menggunakan tenaga kontraktor listrik, sehingga pemasangan banyak yang tidak sesuai prosedur pemasangan," keluh dia.Keselamatan ketenagalistrikan yang diatur dalam UU No.30 Tahun 2009 akan disosialisasikan ke masyarakat untuk menekan angka kesalahan dalam proses pemasangan sambungan listrik di rumah tangga, karena banyak masyarakat yang ditemukan menggunakan material seperti kabel, isolasi dan standar keamanan instalasi yang tidak sesuai peruntukkannya.

 

Hal ini banyak ditemukan di pelanggan rumah tangga yang angkanya mencapai 94%, sedangkan sisanya yang digunakan industri sudah banyak yang memenuhi syarat. 

Konsuil Sulsel menargetkan akan memeriksa 84.000 instalasi listrik baru tahun ini dengan komposisi 62.000 instalasi di Sulsel dan 22.000 akan dilakukan di wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara.(msb)

 

Sumber : Hendra Nick Arthur

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top