Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KABAR JABAR: Jalur KA komuter Padalarang-Rancaekek dioperasikan

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l. Pemerintah berencana mengoperasikan jalur kereta api komuter Padalarang-Rancaekek dan PT Jamsostek Kantor Cabang Cimahi terus mengembangkan jaringan pelayanannya
News Editor
News Editor - Bisnis.com 29 November 2011  |  08:03 WIB

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi dari media massa yang terbit di Bandung hari ini a.l. Pemerintah berencana mengoperasikan jalur kereta api komuter Padalarang-Rancaekek dan PT Jamsostek Kantor Cabang Cimahi terus mengembangkan jaringan pelayanannya pada pekerja informal. Berikut rangkuman lengkapnya:KA KOMUTER: Pemerintah berencana mengoperasikan jalur kereta api komuter Padalarang-Rancaekek di atas jalan raya pada 2013 dengan investasi senilai Rp5triliun untuk mengurai kerumitan jalur kereta yang ada di Bandung saat ini.Juru bicara Metropolitan Development Manajemen Pemprov Jabar Idwan Santoso mengatakan, kereta komuter tersebut akan mulai beroperasi pada 2013, dan tahapan pembangunan akan mulai dirintis pada tahun depan.“Pengembangan perkeretaapian harus jangka panjang dan mampu memisahkan jalur komuter dengan jalur yang selama ini dugunakan,” kata Idwal usai pertemuan Bandung Urban Train System Regional Committee di Gedung Sate Bandung, hari ini.Dia mencontohkan, pada pelaksanaannya nanti jangan sampai kereta komuter menggunakan jalur yang sama dengan kereta rute Jakarta-Bandung, karena akan menimbulkan persoalan baru selain kerumitan jadwal perjalanan.Idwan menjelaskan, sistem transportasi komuter merupakan skema moda transportasi kereta api yang paling banyak diaplikasikan di berbagai Negara.“Kereta komuter ini akan menggunakan rel baru yang posisinya berada di atas jalan raya. Kemungkinan rutenya akan dimulai dari Stasiun Andir atau Stasiun Padalarang,” jelasnya.Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Prijo Soebiandono mengemukakan, kereta komuter di atas jalan raya itu rencananya akan dibangun dengan format rel ganda.Moda transportasi ini, katanya, sekaligus untuk menghilangkan sejumlah perlintasan kereta api yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan.“Rel kereta yang posisinya berada di atas jalan raya itu untuk mengembangkan transportasi massal yakni kereta api dan melancarkan arus lalu lintas jalan raya di Kota Bandung karena nantinya tidak ada lagi perlintasan sebidang,” kata Prijo. (BISNIS INDONESIA)JAMSOSTEK CIMAHI: PT Jamsostek Kantor Cabang Cimahi terus mengembangkan jaringan pelayanannya pada pekerja informal. Setelah mengasuransikan ratusan tukang ojek di Kota Cimahi,kini,para pekerja tambang di kawasan Karst Citatah akan memperoleh pelayanan serupa.Kepala Kantor Cabang Jamsostek Kota Cimahi, Bambang Ken Harto mengatakan, sedang mengembangkan jaringan pelayanan pada ratusan penambang batu kapur di kawasan Cipatat, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sesuai komitmen pemerintah terkait perwujudan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).Menurut dia, ratusan pekerja tambang di kawasan tersebut memiliki risiko tinggi. ”Kita tidak mengharapkan kecelakaan, tapi kalau pekerja ini membutuhkan jaminan kecelakaan kerja atau jaminan lainnya bisa ikut kepesertaan Jamsostek dengan memilih sesuai kebutuhan,” kata Bambang. (SEPUTAR INDONESIA JABAR)ROKOK CIANJUR: Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar Soleh mengaku kewalahan dengan jumlah perokok di wilayahnya. Sebab jika dihitung secara materiil, para perokok ini bisa menghabiskan uang sebesar Rp15 miliar hanya untuk merokok.Nilai itu sama dengan anggaran pembangunan Kabupaten Cianjur selama satu tahun. Menurut Tjetjep, pihaknya tidak lagi menganggap sepele persoalan rokok. Masalah tersebut, katanya,merupakan hal kecil yang akan berdampak besar. Meski masyarakat sudah paham akan bahaya rokok,tapi sulit untuk menghentikan kebiasaan tersebut. “Butuh upaya dan kerja keras untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat terkait perilaku tersebut (merokok),” terangnya.Selama ini pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalah tersebut.Salah satunya,terang Tjetjep, mengkampanyekan anti rokok kepada masyarakat Cianjur,termasuk kepada para pegawainya di lingkungan Pemkab Cianjur. “Selain merusak kesehatan bagi pelaku, sebatang rokok akan merusak tatanan kehidupan." (SEPUTAR INDONESIA)PASAR BATIK: Pelaku usaha batik dinilai harus memperluas pasar domestik dan internasional agar produksi batik dalam negeri terus meningkat.Setidaknya, pengusaha batik bisa mengikuti penyesuaian ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) ke negara tujuan ekspor lainnya.Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Shendy Yusuf mengakui, saat ini produk batik Jawa Barat (Jabar) telah tembus ke sejumlah negara di beberapa benua seperti Asia, Eropa, dan Afrika. Meliputi Jepang,Yunani, dan Afrika Selatan.Pada dasarnya, tujuan ekspor batik bisa terus dikembangkan, mengingat peluang ekspor pakaian khas Indonesia tersebut masih terbuka lebar. Pangsa pasar baru produk batik dalam negeri, lanjut Shendy, menjadi hal penting seiring membaiknya industri batik. Awalnya, hanya 10 kota/ kabupatan di Jabar yang memproduksi batik,saat ini telah menjadi 24 kota/kabupaten.Peningkatan tersebut, tentu kemajuan positif bila di barengi inovasi pangsa pasar.” Apalagi, tahun 2012 kami menargetkan semua kota/kabupaten di Jawa Barat bisa memproduksi batik. Saat ini tinggal dua kota saja yaitu Bogor dan Bekasi yang belum memproduksi batik,” ujar Shendy saat menggelar konferensi pers ”Ragam Pesona Batik Jawa Barat Ke-4 tahun 2011”di Jalan Ir Djuanda,Kota Bandung,kemarin. Hal serupa diakui Ketua Harian YBJB,Komarudin Kudiya. (SEPUTAR INDONESIA JABAR)(api) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Sufyan

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top