Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia berhasil atasi kerusakan ozon

Nusa Dua, BALI: Badan Dunia untuk Program Lingkungan akan memberikan penghargaan kepada Indonesia, menyusul keberhasilannya dalam mengurangi tingkat kerusakan lapisan ozon dua tahun lebih cepat dari target yang ditentukan.Sekertaris Ekskutif United Nations
Djony Edward
Djony Edward - Bisnis.com 21 November 2011  |  12:46 WIB

Nusa Dua, BALI: Badan Dunia untuk Program Lingkungan akan memberikan penghargaan kepada Indonesia, menyusul keberhasilannya dalam mengurangi tingkat kerusakan lapisan ozon dua tahun lebih cepat dari target yang ditentukan.Sekertaris Ekskutif United Nations Enviroment Programme (UNEP) Marco Gonzalez mengatakan Indonesia dinilai satu negara yang memiliki komitmen mengurangi kerusakan lapisan ozon melalui berbagai program yang telah dijalankan.“Dari target 2010 yang dicanangkan Indonesia, pada akhir 2007 secara umum komitmen Indonesia telah tercapai,” ujarnya disela 9 th Meeting of The Conference of The Parties To The Vienna Convention and 23 rd Meeting of The Parties To Montreal Protocol, hari ini.Penghargaan tersebut akan diserahkan di tengah konferensi yang berlangsung mulai hari ini hingga 25 November mendatang.Menteri Negara Lingkungan Hidup Balthasar Kambuaya berharap konferensi yang dihadiri 196 negara itu menghasilkan kesepakatan nyata, agar negara-negara dunia berkomitmen mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya bagi lingkungan.“Harapan kami komitmen antar negara ini dapat dituangkan dalam bentuk Deklarasi Bali,” ungkapnya.Indonesia mendukung upaya untuk pemilihan alternatif bahan perusak ozon (BPO) yang rendah terhadap potensi pemanasan global, sehingga mampu melindungi lapisan ozon dan mengendalikan perubahan sistem iklim.Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan instansi pemerintah terkait serta para ahli dibidangnya telah membentuk kelompok kerja untuk membahas topik bahasan dalam konferensi tersebut.Salah satu topik bahasan yang didiskusikan dalam konferensi ini diantaranya rencana amandemen Protokol Montreal yang diusulkan oleh Canada, Mexico, dan Amerika Serikat.Rencananya, acara pertemuan puncak konferensi lingkungan hidup ini akan dibuka Wakil Presiden Boediono pada Kamis 24 November mendatang. (api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top