Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspadai gejala diabetes pada anak Anda

JAKARTA: Saat ini, masih banyak orang yang tidak tahu bahwa anak-anak pun bisa terkena diabetes, sehingga anak terkena diabetes sering terlambat ditangani, dan akhirnya tidak tertolong. Gejala pada anak a.l. berat badan terus turun, dan sering merasa
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 19 November 2011  |  15:34 WIB

JAKARTA: Saat ini, masih banyak orang yang tidak tahu bahwa anak-anak pun bisa terkena diabetes, sehingga anak terkena diabetes sering terlambat ditangani, dan akhirnya tidak tertolong. Gejala pada anak a.l. berat badan terus turun, dan sering merasa lemas.Kasus diabetes pada anak berbeda dengan orang dewasa yang kebanyakan terkena diabetes mellitus (DM) tipe 2 karena pola makan tak sehat."Diabetes pada anak dominan tipe 1, yaitu diabetes yang terjadi karena kerusakan sel beta pankreas. Kerusakan pada pankreas ini membuat tubuhnya tidak mampu memproduksi sendiri insulin," kata Aditya Suryansyah, Sekretaris Unit Kerja Kelompok (UKK) Endokrinologi DKI Jaya dari IDI, baru-baru ini.Menurut Aditya, banyak orang yang belum mengetahui tentang DM tipe 1. Banyak orangtua kaget karena anak-anaknya kena diabtes dan sudah parah, dan harus dirawat di rumah sakit karena gula darah tinggi.Karena terlambat, akhirnya si anak tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.Dia mengatakan gejala paling khas pada DM tipe 1 adalah anak banyak makan (polifagia), banyak minum (polidipsia), dan banyak kencing (poliuria)."Namun, sebelum ketiga gejala itu datang, biasanya anak akan mengalami gejala lainnya yaitu cepat letih dan berat badannya terus menurun," ujarnya dalam diskusi kesehatan di Kantor Kemenkes pekan ini.Dokter spesialis anak ini menyarankan bila anak tiba-tiba makan banyak, tapi cenderung jadi kurus, sebaiknya diperiksa gula darahnya.Hingga saat ini belum ada angka pasti terkait jumlah anak yang menyandang DM tipe 1 di Indonesia. Hingga Oktober 2011 ini diperkirakan mencapai 724 anak, dengan pertumbuhan sekitar 240 kasus baru per tahun.Dia mengatakan anak yang terkena DM tipe 1 membutuhkan insulin seumur hidup. "Bila cepat terdeteksi dan anak dapat ditangani dengan baik, maka mereka bisa tumbuh bekembang seperti anak lainnya yang tanpa DM. Bisa menjadi atlet, dan lainnya, asal dia terus mendapatkan insulinnya," ungkap Aditya.Sidartawan Soegondo, Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia),  mengatakan masyarakat perlu diedukasi masalah bahaya penyakit DM.Seseorang yang memiliki gen penyakit ini bisa menjadi penyandang diabetes setelah melalui proses panjang. Jadi, kalau diantisipasi lebih awal, bisa mengurangi.Dia menuturkan proses menjadi penyandang diabetes cukup panjang, mulai dari fase awal dimana gaya hidup sedentary (bermalas malasan), diikuti dengan pola makan yang buruk, sehingga mengakibatkan kegemukan di daerah perut (central obesity).Untuk itu, katanya, Persadia berusaha mengadakan edukasi diabetes dengan mengajak berbagai pihak, diantaranya bersama PT Kalbe Farma Tbk, meyelenggarakan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh November ini. Ada sedikitnya 20.000 orang ikut dalam kegiatan tersebut di seluruh Indonesia. (ea) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top