Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bubarkan BP3TKI Jabar

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi yang terbit di sejumlah koran lokal di Bandung hari ini menyoroti Pemkab. Bandung yang meminta balai tenaga kerja di Jabar dibubarkan, petani kopi di Situ Cileunca menanti kemitraan, dan dana penyaluran kredit Rp400
News Editor
News Editor - Bisnis.com 19 November 2011  |  18:04 WIB

BANDUNG: Rangkuman berita ekonomi yang terbit di sejumlah koran lokal di Bandung hari ini menyoroti Pemkab. Bandung yang meminta balai tenaga kerja di Jabar dibubarkan, petani kopi di Situ Cileunca menanti kemitraan, dan dana penyaluran kredit Rp400 triliun yang tersimpan di Bank Indonesia. Berikut rangkumannya:BUBARKAN BP3TKI: Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Dadang Supardie mendesak Pemprov Jabar untuk membubarkan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Jawa Barat.Pasalnya, BP3TKI Jabar dinilai ceroboh karena TKI asal Kabupaten Bandung dibiarkan mendaftar menjadi TKI langsung ke BP3TKI Jabar,tanpa melalui Disnaker Kabupaten Bandung. Berdasarkan data yang dimiliki, tercatat 1.650 orang asal Kabupaten Bandung menjadi TKI dengan mendaftar ke BP3TKI Jabar.Seharusnya, BP3TKI Jabar menolaknya karena secara prosedural harus ada persetujuan Disnaker Kabupaten Bandung, kemudian baru bisa ke BP3TKI. Menurut Dadang, sebanyak 180 TKI pada 2011 terdaftar di Disnaker Kabupaten Bandung yang mendapatkan perlindungan dan pengawasan pihaknya. Namun, terdapat 1.650 warga Kabupaten Bandung menjadi TKI yang sudah berangkat ke luar negeri, tapi tidak terdaftar di Disnaker Kabupaten Bandung.Untuk itu, tegas Dadang, BP3TKI Jabar dibubarkan saja karena selama ini yang sering mendapatkan masalah hingga terjaditewasnya TKIkarenatidak terdata di Disnaker Kabupaten Bandung. (Sindo Jabar) KEMITRAAN KOPI: Lahan seluas 420 hektare di sekitar Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung menanti kemitraan pengusahaan kopi dengan jaringan pebisnis.Hal ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan usaha masyarakat setempat yang mengusahakan komoditas itu melalui jalinan bisnis yang lebih baik.PT Indonesia Power selaku pengelola Situ Cileunca, menurut Kepala Bidang Komunikasi Korporat, Luthfi Hani, di Bandung, Jumat (18/11) menjelaskan, saat ini telah ada 80-an hektare pada lahan itu yang ditanami kopi arabika oleh masyarakat dan sudah menikmati panen tahun ini.Namun petani masih mengeluhkan nilai jual hasil panenn yang kurang memuaskan, karena pembelian masih didominasi para tengkulak.“Kami berharap ada minat jaringan pebisnis kopi berkualitas, yang berminat untuk bermitra dengan masyarakat petani kopi di lokasi tersebut. Selain meningkatkan nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat di lahan bersangkutan, juga mendorong motivasi mereka ikut menjaga keamanan dan kelestarian kawasan tersebut,” ujarnya. (Pikiran Rakyat) DANA BI: Sampai saat ini, pendanaan masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan bisnis, apa pun sektor dan skalanya, baik mikro, kecil, menengah, maupun besar.Menurut mantan Gubernur Bank Indonesia (BI), Burhanuddin Abdullah, sebenarnya, dana untuk pemenuhan kebutuhan pendanaan tersedia, namun uang itu tersimpan di BI yang nilainya mencapai Rp400 triliun.“Sampai saat ini, BI hanya menunggu pengembangan bunga dana tersebut. Tersimpannya dana itu, berdampak pada penyaluran kredit. Sejauh ini, penyaluran kredit di Indonesia baru mencapai 26% pendapatan domestik bruto (PDB),” katanya.Menurut pria asal Garut tersebut persentase itu, jauh leih kecil daripada Malaysia, yang penyalurannya 100% PDB mereka. Begitu pula dengan China.Penyaluran kredit oleh bank sentral China mencapai 140% PDB negeri tirai bambu tersebut. (Tribun Jabar/ln) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Ajijah Ajid

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top