Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Populasi pohon teh di Jabar terus merosot

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 November 2011  |  19:38 WIB

 

BANDUNG: Petani teh rakyat Jawa Barat meminta pemerintah dapat membantu peningkatan populasi teh di provinsi tersebut yang saat ini rata-rata tersisa 30%-40% per ha dari jumlah ideal.
 
Wakil Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Jabar Endang Sopari mengatakan minimnya populasi pohon teh tersebut membuat produktivitas teh rakyat Jabar terus menurun 10%-20% per tahun.
 
"Seharusnya populasi pohon teh itu minimal 10.000 per ha namun sekarang hanya tersisa 30%-40%,"katanya di Bandung hari ini.
 
Dia menjelaskan jika populasi pohon teh berada pada angka ideal tersebut maka produktivitas teh Jabar bisa mencapai 2-3 ton per ha per tahun kering. Saat ini, ungkapnya,produktivitas teh jabar berkisar 700-800 kg per ha per tahun kering.
 
Apetindo Jabar mencatat luas kebun teh rakyat di provinsi tersebut mencapai 50.000 ha dengan jumlah petani rakyat sebanyak 150.000 orang.
 
Petani teh rakyat berharap pemerintah mau membantu mereka untuk mengembalikan jumlah minimal populasi teh tersebut. 
 
"Seharusnya ada gerakan penyelamatan di tingkat on farm agar populasi kembali 100%," tutur Endang.
 
Menurutnya upaya dari pemerintah baik tingkat pusat maupun provinsi masih kurang efektif. Pemerintah seakan setengah hati memberikan pembinaan terhadap para petani teh rakyat.
 
"Memang ada pembinaan tapi tidak sesuai dengan keinginan. Kami ingin ada pembinaan sekaligus peremajaan,  peningkatan SDM dan teknologi agar dapat optimal," ujarnya.
 
Endang mengakui penurunan produksi dan produktivitas teh Jabar turut dipengaruhi luas lahan kebun teh yang semakin berkurang. Dia mengatakan salah satu penyebabnya  adalah alih fungsi lahan. "Ada juga petani teh yang lebih memilih tanam komoditas lain." (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top