Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BNPB siapkan Rp116 miliar tangani bencana

MALANG:  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana Rp116 miliar untuk menanggulangi bencana di Tanah Air pada periode musim hujan 2011-2012.Kepala BNPB Syamsul Maarif, mengatakan pihaknya meminta  meminta pemerintah daerah
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2011  |  17:35 WIB

MALANG:  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dana Rp116 miliar untuk menanggulangi bencana di Tanah Air pada periode musim hujan 2011-2012.Kepala BNPB Syamsul Maarif, mengatakan pihaknya meminta  meminta pemerintah daerah segera melaporkan data ancaman bencana dan kesiapsiagaan yang akan dilakukan jika terjadi bencana. Pemda juga diminta  menghitung personel dan peralatan yang dibutuhkan jika kejadian tersebut terjadi."Dalam menghadapi bencana, filosofinya jauhkan masyarakat dari kejadian tersebut,"  kata Syamsul Maarif saat gelar satuan reaksi cepat penanggulangan bencana di Lapangan Rampal, Malang, hari ini.Hasil rapat koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, kata dia,  cuaca pada Desember-Januari diprediksi moderat.Meski begitu,  menurut dia, cuaca  tersebut tetap harus diwaspadai. Pemangku kepentingan dan masyarakat perlu siaga. Pengalaman di Thailand memberikan pelajaran bahwa cuaca ekstrim bisa terjadi secara tiba-tiba.BNPB telah  membuat rencana tanggap darurat menghadapi kejadian tiba-tiba, tidak terduga terkait dengan adanya bencana.  Dia berharap, daerah juga melakukan hal yang sama.Terkait dengan ancaman bencana alam, menurut Samsul, BNPB menetapkan tiga prioritas ancaman bencana, yakni banjir bandang akibat meluapnya sungai Ciliwung-Cisadane di Jakarta dan Bengawan Solo di Jawa Timur (Jatim). Selain itu juga diwaspadai anjir lahar dingin Gunung Merapi.Tiga prioritas ancaman bencana yang perlu diwaspadai itu, dia menegaskan, sudah  dilaporkan BNPB keWakil Presiden dalam rapat terbatas terkait dengan ancaman bencana periode musim hujan 2011-2012.Ancaman banjir berupa meluapnya sungai Ciliwung-Cisadane, ujar dia, hampir setiap tahun terjadi. Dampak dari bencana tersebut dapat melumpuhkan kegiatan ekonomi.Sedangkan banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo, dia nilai, akibat kerusakan lingkungan di daerah aliran sungai, dari Wonogiri, Jawa Tengah, sampai dengan Kabupaten Tuban, Jatim.Nilai kerugianKerugian akibat bencana meluapnya Sungai Bengawan Solo, berdasarkan perhitungan para ahli mencapai Rp800 miliar sampai dengan Rp1 triliun yang meliputi gagal panen, kerusakan properti, hilangnya mata pencaharian serta terganggunya kehidupan dan penghidupan warga akibat kerusakan infrastruktur.Selain itu banjir lahar dingin Gunung Merapi menjadi ancaman serius saat musim hujan karena  material vulkanik yang tersimpan masih mencapai 90 juta m3 pascaerupsi 2010.Daerah-daerah yang terancam banjir lahar Merapi -jika bencana tersebut terjadi, yakni Magelang, Sleman, dan Kota Yogyakarta, khususnya warga dan infrasttruktur di sekitar sungai-sungai yang bermuara di puncak Merapi.Tiga prioritas penanganan bencana tersebut, katanya, berada di wilayah kerja Satuan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (SRCPB) Wilayah Timur yang berbusat di Pangkalan Udara Abd Saleh Malang.Dia meminta SRCPB wilayah timur terus memantau perkembangan ancaman dan memberikan laporan kepada PNPB melalui jalur keposkoan.(K24/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top