Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RI fokus seimbangkan ekonomi Asean

NUSA DUA, Bali: Indonesia akan mendorong penguatan pilar ketiga dalam cetak biru masyarakat ekonomi Asean yakni pembangunan ekonomi yang seimbang (equitable economic development). Elemen yang disasar dalam pilar ketiga itu adalah pengembangan usaha
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 15 November 2011  |  12:21 WIB

NUSA DUA, Bali: Indonesia akan mendorong penguatan pilar ketiga dalam cetak biru masyarakat ekonomi Asean yakni pembangunan ekonomi yang seimbang (equitable economic development). Elemen yang disasar dalam pilar ketiga itu adalah pengembangan usaha kecil dan mikro (UKM) dan pengentasan jurang pembangunan antarnegara anggota. Direktur Kerja Sama Asean Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan Indonesia menginginkan adanya perhatian yang lebih khusus pada dua elemen utama itu. Akan tetapi, menurut Iman, perhatian tersebut tidak terbatas pada komitmen di antara negara anggota Asean. "Harus ada kebijakan khusus ke arah ke sana. Itu salah satu hal yang kita dorong dalam pertemuan [senior economic official meeting] kali ini," ujarnya hari ini. Dia menambahkan dalam rangka mewujudkan pilar ketiga itu, Indonesia memprakarsai diskusi soal pentingnya penyatuan keuangan (financial inclusion) dan remitansi internasional (international remittances). Baru 2 pilarDi tempat yang sama, Dirjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan dari empat pilar masyarakat ekonomi Asean, fokusnya selama ini baru terbatas pada  dua pilar. Kedua pilar tersebut adalah pilar pasar tunggal dan basis produksi regional serta pilar kawasan berdaya saing tinggi. "Pilar ketiga tidak begitu banyak disentuh. Tahun ini kita yang mengeluarkan insiatif bagaimana pilar ketiga dilakukan," katanya. Perwujudan pilar ketiga, menurut Gusmardi, sangat penting karena UKM juga harus diberikan kesempatan dalam membentuk masyarakat ekonomi Asean. Dia menambahkan perkembangan UKM di hampir semua negara Asean menghadapi persoalan serupa yaitu keterbatasan dalam hal akses perbankan, akses teknologi, dan akses pasar. "Melalui pertemuan ini, kita bisa sama-sama berbagi pengalaman. Indonesia bisa membagi pengalaman khususnya akses perbankan. Negara lain bisa sharing pengalamannya," jelasnya. Gusmardi berharap pertemuan kali ini dapat menghasilkan suatu kebijakan konkret untuk mewujudkan pilar ketiga. "Mudah-mudahan. Itu harapan kita." (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top