Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim hujan tiba, produksi teh Jabar banjir

BANDUNG: Produksi teh rakyat di Jawa Barat diprediksikan akan meningkat sekitar 20% dari kondisi normal 400 kg per hektare menyusul masuknya musim penghujan sejak awal November ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 November 2011  |  16:14 WIB

BANDUNG: Produksi teh rakyat di Jawa Barat diprediksikan akan meningkat sekitar 20% dari kondisi normal 400 kg per hektare menyusul masuknya musim penghujan sejak awal November ini.

 
Wakil Ketua Asosiasi Petani Teh Indonesia (Aptehindo) Jabar Endang Sopari mengemukakan pada musim kemarau lalu produksi teh rakyat di Jabar hanya mencapai 100 kg—150 kg per hektare.
 
Padahal, katanya, dalam kondisi normal produksi teh bisa mencapai 300 kg—400 kg per hektare.
 
“Sejak awal November ini atau musim penghujan ada peningkatan produktivitas pada tanaman teh hingga 20%,” katanya kepada Bisnis di Bandung hari ini.
 
Jika kondisi musim hujan cukup mendukung atau berada dalam kondisi yang kondusif, produksi teh diprediksikan akan normal pada angka 300 kg—400 kg. Akan tetapi, dengan syarat air hujan yang turun pada masa itu tidak terlampau banyak.
 
“Secara sederhana misalnya, produksi teh akan normal jika satu hari hujan dan dua hari tidak hujan. Karena tanaman teh juga sangat bergantung kepada pasokan matahari dalam rangka proses asimilasi,” katanya.
 
Meskipun demikian, kedatangan musim penghujan yang berdampak pada melimpahnya produksi teh itu tidak secara otomatis mampu mendongkrak usaha para petani.
 
Pada saat produksi yang melimpah itu, harga komoditas teh justru dikhawatirkan mengalami penurunan.
 
Pada saat musim kemarau beberapa waktu lalu, harga teh hijau basah mencapai harga tertinggi di angka Rp2.500 per kg.
 
Akan tetapi, jika stok komoditas teh basah terlampau banyak, harga teh basah akan terjerembab di bawah Rp2.000 per kg.
 
“Kalau hanya yang normal berada pada kisaran Rp2.200 per kg—Rp2.500 per kg. Kalau terlalu melimpah bisa anjlok 30%. Jadi ini pun akan menjadi pekerjaan kita untuk mengatasinya,” katanya.
 
Endang mengatakan berdasarkan data Aptehindo Jabar, luas lahan tanaman teh rakyat di Jabar mencapai 45.000 hektare—47 hektare dengan jumlah petani sekitar 94.000 orang.
 
“Akan tetapi, itu data lama. Sekarang mungkin sudah berkurang sebab beberapa petani mungkin sudah beralih ke komoditas lain seperti sayuran dan yang lainnya.” (ln)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yanto Rachmat Iskandar

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top