Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Air Force One dapat parkir khusus di Ngurah Rai

NUSA DUA, Bali: Perusahaan negara pengelola bandar udara Ngurah Rai Provinsi Bali, Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan areal parkir sejumlah pesawat kenegaraan lengkap dengan mengatur jalannya lalu lintas udara yang dipastikan terganggu akibat perhelatan
Matroji
Matroji - Bisnis.com 12 November 2011  |  15:06 WIB

NUSA DUA, Bali: Perusahaan negara pengelola bandar udara Ngurah Rai Provinsi Bali, Angkasa Pura I (Persero) menyiapkan areal parkir sejumlah pesawat kenegaraan lengkap dengan mengatur jalannya lalu lintas udara yang dipastikan terganggu akibat perhelatan KTT Asean di Nusa Dua.General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Purwanto mengatakan persiapan lahan parker, terutama untuk pesawat Air Force One atau pesawat lain milik pemerintah Amerika Serikat untuk presiden Obama telah disiapkan. Persiapan itu termasuk untuk rombongan Obama yang akan menghadiri KTT ASEAN di Nusa Dua. “Itu permintaan  pemerintah Amerika melalui staf Gedung Putih,” katanya, hari ini.Penyediaan lahan, lanjutnya, disesuaikan dengan ukuran pesawat jenis Boieng 747 dan 757. Dua areal parkir pesawat berukuran sedang dan besar telah disesuaikan dengan ketentuan. “Standardisasi keamanan yang menyangkut posisi dan penempatan pesawat sudah tertata dan siap digunakan.”Selain pesawat berpenumpang Obama, diperkirakan ada 10 pesawat pengangkut kepala negara anggota ASEAN lain. “Semuanya  ingin menginap di Bandara Ngurah Rai.” Tujuh pesawat berukuran wide body sedangkan tiga lainnya berjenis narrow body.Purwanto memaparkan, lanjutnya, jumlah areal parkir pesawat akan terus bertambah seiring kedatangan dan bertambahnya jumlah delegasi KTT ASEAN. Angkasa Puran akan melakukan antisipasi dengan cara menyesuaikan alur pesawat terbang dan lokasi parkir.Pemberlakuan expected delay, kata dia, akan difungsikan bagi pesawat komersial dan carter pada saat kedatangan para kepala negara di Bandara Ngurah Rai. Saat expected delay seluruh pesawat carter dan komersil dari seluruh penerbangan akan diberlakukan kurang lebih 30 menit sebelum dan 30 sesudah pesawat para kepala negara mendarat. “Mereka tidak boleh mendarat dulu.”Pada seluruh pengguna jasa penerbangan melalui atau dengan tujuan Bali, lanjutnya, bandara Ngurah Rai masih terus dibuka. (arh) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top