Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Benahi transportasi antarpulau terpencil'

SURABAYA: Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Jawa Timur mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk membenahi sektor angkutan antar pulau khususnya untuk moda transportasi ke pulau terpencil yang belakangan sering mengalami kendala khususnya kecelakaan.Ketua
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  19:31 WIB

SURABAYA: Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Jawa Timur mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk membenahi sektor angkutan antar pulau khususnya untuk moda transportasi ke pulau terpencil yang belakangan sering mengalami kendala khususnya kecelakaan.Ketua Forum Masyarakat Kelautan dan Perikanan Jatim Okilukito menegaskan sangat ironi bila Indonesia yang terkenal sebagai negara maritim terbesar di dunia belakangan sektor transportasi lautnya khususnya angkutan antar pulaunya sering mengalami kecelakaan.“Sungguh ironis, di negara maritim terbesar ini hampir setiap bulan terjadi kecelakaan laut, ini menunjukkan Kementerian Perhubungan dan Pemda mengabaikan keselamatan pelayaran. Musibah itu terjadi terus berulang tanpa ada upaya kongkrit menata sistem transportasi laut nasional yang sistematis, efektif dan efisien serta aman,” kata Oki kepada Bisnis, hari ini (Rabu, 28/9).Oki menilai Pemerintah tidak serius membenahi moda transportasi antarpulau dan ini bentuk diskriminasi kepada masyarakat di pesisir khususnya yang berada di pulau-pula kecil.“Catatan kami, Agustus-September 2011 tercatat 3 perahu motor tenggelam dan dua kapal motor terbakar. Sedikitnya 50 orang pengguna transportasi laut tewas, ini termasuk  KM. Marina Nusantara yang terbakar di perairan Banjarmasin, [Senin 26/9] dan KM. Karina 9 di Pelabuhan Tanjung Perak hari ini [Rabu, 28/9],” terangnya.Oki menambahkan fakta kecelakaan lainnya diantaranya kejadian perahu motor yang tenggelam yaitu KM Karsa di perairan Pulau Lambasina, Sulawesi Tenggara pada bulan lalu (Agustus 2011) yang menewaskan 11 orang dan ada 14 penumpang lainnya yang hilang.“Kecelakaan lainnya terjadi 21 September 2011 dini hari yang menimpa perahu Sri Murah Rejeki yang hendak berlayar dengan membawa 36 penumpang dari Jungut Batu, Nusa Lembongan, ke Toya Pakeh, Nusa Penida. Perahu tersebut terbalik sekitar satu mil di sebelah utara Jungut Batu.”Musibah laut itu, kata Oki, kembali terjadi di perairan Jatim, sebanyak 13 orang penumpang Kapal Putri Tunggal tewas  setelah kapal dihantam ombak di wilayan perairan Raas, Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur,  pada Sabtu akhir pekan lalu  (24/9).

Oki menyoroti bagaimana bisa terjadi, bila perahu nelayan untuk menangkap ikan dapat dirubah fungsinya menjadi sarana transportasi angkutan umum seperti yang terjadi di Nusa lembongan dan perairan Raas, Sumenep.“Kementerian Perhubungan tidak bisa begitu saja menyalahkan pemerintah daerah karena berpedoman pada Kepmenhub [Keputusan Menteri Perhubungan] 73/2001 tentang Penyelenggaraan Angkutan.”(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yuristiarso Hidayat

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top