Sheraton & Unicef bantu sekolah anak tak mampu

 
Jessica Nova
Jessica Nova - Bisnis.com 27 September 2011  |  13:37 WIB

 

JAKARTA: Sheraton Media Hotel & Towers bekerja sama dengan Unicef untuk kampanye Unicef Check Out for Children Challenge yang mendukung pembiayaan sekolah anak-anak dari keluarga kurang mampu.

 

Program ini merupakan kompetisi penggalangan dana antarhotel yang berada di bawah jaringan Starwood Hotels & Resorts di seluruh dunia guna mendukung program pendidikan Unicef.

 

Pada kompetisi tahun ini, Starwood Hotels & Resorts meminta seluruh hotel di penjuru dunia berlomba menggerakkan karyawannya untuk menunjukkan bahwa ’Bersama Kita Bisa’ membuat suatu perbedaan dan menciptakan dunia yang nyaman bagi semua anak.

 

Untuk di Jakarta, partisipasi hotel tersebut diwujudkan dalam berbagai aktivitas sosial yang terbagi dalam tiga area, yakni melibatkan tamu, karyawan dan masyarakat.

 

Menurut Vincentia Maria, Director of Sales & Marketing Sheraton Media Hotel & Towers Jakarta, pihaknya menggelar dua kegiatan.

 

”Kegiatan itu dengan menjual paket khusus bernama Unicef Happy Family Package dan mengadakan pameran barang antik, serta kerajinan yang sebagian dari hasil penjualan akan disalurkan ke program Unicef,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis, hari ini.

 

Selama ini, lanjutnya, hotel berbintang ini menjual paket khusus untuk keluarga yang ingin membagi kebahagiaan dengan anak-anak kurang mampu dan 20% dari penjualan didonasikan untuk program ini. 

 

”Hingga saat ini, kami menerima respon yang sangat baik dari tamu kami dengan angka penjualan yang cukup signifikan,” tukasnya.

 

Vincentia menuturkan Sheraton Media Hotel & Towers mengundang pihak ketiga untuk menyelenggarakan pameran barang antik dan kerajinan di area lobi hotel. Sekitar 10% dari hasil penjualan akan dipotong dan langsung disumbangkan untuk program ini.

 

”Untuk keterlibatan karyawan dan masyarakat, diharapkan berperan serta dalam dua kegiatan lainnya, yakni penjualan kue bertajuk Ngemil & Ngamal dan penjualan barang bekas layak pakai,” tuturnya. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top