Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Festival Bambu ciptakan ikon destinasi wisata

JAKARTA: Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar mengatakan Festival Bambu Nusantara berupaya menciptakan ikon untuk memasarkan dan memperkuat Bandung dan Jawa Barat sebagai destinasi wisata."Angklung bambu, misalnya, kami jadikan ikon wisata
nurul
nurul - Bisnis.com 27 September 2011  |  19:05 WIB

JAKARTA: Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar mengatakan Festival Bambu Nusantara berupaya menciptakan ikon untuk memasarkan dan memperkuat Bandung dan Jawa Barat sebagai destinasi wisata."Angklung bambu, misalnya, kami jadikan ikon wisata saat mengikuti bursa-bursa wisata internasional. Sebagai alat pemasaran, hasilnya musik bambu itu mampu mengundang keramaian sehingga menjadi alat promosi wisata," katanya hari ini.Dia mengungkapkan alat musik calung, degung, arumba, angklung, suling semua alat dari bambu ini banyak dibuat di  Jabar. Karena itu pihaknya akan mensejajarkan musik bambu dengan musik modern yang disukai anak muda.Bambu Nusantara World Music Festival merupakan kegiatan tahunan yang diadakan Kemenbudpar. Acara ini akan berlansung di sasana Budaya Ganesha Bandung pada 1-2 Oktober.Sapta mencontohkan kota kecil Montre di Swiss dikenal di dunia sebagai kota jazz karena ada Festival Jazz Northsea. Jika Festival Musik Bambu Nusantara menjadi ikon Bandung maka pengunjung event itu ke depan bisa ratusan ribu orang."Ini sama halnya dengan Java Jazz yang sudah mulai mendunia. Tahun depan kita bisa angkat musik bambu lebih mendunia dengan dibuat di Jakarta Convention Centre, misalnya," kata Sapta.Festival kali ini akan dijadikan sarana untuk merangkul kaum muda agar mencintai musik bambu. "Dulu anak muda malas pakai batik karena dinilai kuno. Kini hasil inovasi dan kreasi yang tinggi dan adanya pengakuan dunia membuat anak muda kini mau memakai batik," ungkap Sapta. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top