Anggaran dinaikkan, prestasi BIN tetap minim

JAKARTA: Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyatakan anggaran untuk Badan Intelijen Negara naik sekitar Rp200 miliar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja lembaga itu.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 27 September 2011  |  19:33 WIB

JAKARTA: Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menyatakan anggaran untuk Badan Intelijen Negara naik sekitar Rp200 miliar dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja lembaga itu.

 
“Badan Intelijen Negara (BIN) memang ada kenaikan anggaran. Kenaikannya tidak terlalu besar, dari Rp1,2 triliun jadi Rp1,4 triliun. Ya sekitar Rp200 miliar,” ujar Mahfudz di Gedung Parlemen hari ini. Dia menilai kenaikan anggaran itu wajar mengingat bidang kerja BIN bertambah sehingga tidak hanya menyangkut masalah keamanan saja.
 
Kenaikan anggaran itu sendiri, menurut Mahfudz, disetujui oleh Komisi I DPR karena adanya keinginan mendorong BIN untuk tidak hanya fokus pada persoalan keamanan, tapi juga pada persoalan ekonomi, pangan, lingkungan hidup, dan energi. “Ya termasuk masalah kejahatan cyber. Jadi penambahan anggaran juga terkait dengan perluasan bidang dan wilayah kerja dan untuk biaya operasional,” ujarnya.
 
Terkait dengan kewenangan BIN, Mahfudz menegaskan bahwa pemerintah dan DPR sepakat lembaga itu memiliki kewenangan otoritatif dan imperatif untuk melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga keamanan lain yang juga memiliki fungsi intelijen. Menurut dia, dibutuhkan koordinasi yang cepat antara BIN dan lembaga lainnya.
 
“Kalau fungsi koordinasi lebih cepat, saya yakin fungsi intelijen untuk early warning yang dilakukan BIN, direspon cepat lembaga terkait,” katanya. 
 
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan sebenarnya yang paling penting untuk BIN itu adalah masalah kinerja. Anggaran, menurutnya, memang merupakan hal yang penting, namun jika dari segi prestasi tidak ada yang signifikan yang bisa dicapai oleh BIN maka penambahan anggaran menjadi sia-sia.
 
“Harus juga dipertimbangkan seperti dalam kasus bom Cirebon dan bom Solo di mana ketika sudah berhasil diidentifikasi namun tetap terjadi aksi bom bunuh. Untuk itu harus dipertimbangkan benar untuk memberikan anggaran
yang besar pada BIN," katanya. (ln)
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top