Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Suryadharma diajak bicara soal reshuffle

JAKARTA: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengaku sudah diajak bicara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai rencana perombakan kabinet.Suryadharma, yang juga Menteri Agama, mengatakan komunikasi mengenai rencana
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:12 WIB

JAKARTA: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengaku sudah diajak bicara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai rencana perombakan kabinet.Suryadharma, yang juga Menteri Agama, mengatakan komunikasi mengenai rencana pergantian anggota Kabinet Indonesia Bersatu II dilakukan dengan Presiden SBY saat kunjungan kerja di Jambi pada pekan lalu. Namun, dia menolak memberikan keterangan mengenai isi pembicaraan tersebut."Waktu di Jambi, sudah diajak bicara. Isinya rahasia," ujarnya di Istana Wapres, hari ini.Dia mengatakan pada prinsipnya semua menteri harus siap diganti oleh Presiden sebagai atasannya. Pergantian ini, kata dia, merupakan hal yang wajar, sama seperti pergantian di sebuah perusahaan. Jika atasan sudah tidak membutuhkan, maka bawahan harus siap diganti.Dia tidak mau berspekulasi apakah dua menteri dari PPP akan terkena pergantian atau tidak. Dia juga belum menyiapkan kader pengganti yang lain. Selain Suryadharma, menteri lainnya yang berasal dari PPP adalah Menpera Suharso Monoarfa yang sekarang terkena isu tengah menghadapi gugatan cerai dari istrinya."Jangan berspekulasi dulu. Prinsipnya Presiden bisa mengganti siapa saja dari partai mana saja dan kapan saja. Tanpa desakan sana sini dan tanpa yang lain. pokoknya itu berdasarkan kebutuhan Presiden," katanya.Dia menilai usulan rencana perombakan kabinet untuk dibicarakan di Sekretariat Gabungan sangat tergantung dari Yudhoyono sebagai Ketua Setgab. Jika yang mengundang SBY, maka pembicaraan dalam Setgab bisa jadi efektif, namun jika yang membahas pimpinan di bawahnya tidak akan efektif. "Kalau mau dibahas di Setgab, saya kira Presiden sendiri yang harus memimpin karena pesertanya ketua umum partai," katanya. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top