Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Golkar belum diajak bahas reshuffle

JAKARTA: Partai Golkar menyatakan belum diajak bicara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal rencana perombakan anggota kabinet Indonesia Bersatu II.Wakil Ketum DPP Partai Golkar Agung Laksono mengatakan pihaknya masih menganggap reshuffle sebatas
- Bisnis.com 26 September 2011  |  17:36 WIB

JAKARTA: Partai Golkar menyatakan belum diajak bicara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal rencana perombakan anggota kabinet Indonesia Bersatu II.Wakil Ketum DPP Partai Golkar Agung Laksono mengatakan pihaknya masih menganggap reshuffle sebatas isu sehingga belum melakukan pembahasan hal itu di tingkat partai."Belum ada pembicaraan itu sampai hari ini. Kami serahkan saja semuanya pada presiden," ujarnya di sela-sela mendampingi Presiden Yudhoyono selaku Menko Kesra menerima Pengurus Komisi Nasional Pengendalian Tembakau di Istana Presiden, hari ini.Menurut Agung, Golkar lebih baik menunggu Presiden untuk memperjelas keadaan apakah menambah atau mengurangi jumlah kursi menteri dari kalangan kader partai tersebut. Agung sendiri menolak memberikan penilaian terhadap menteri yang berada di bawah koordinasinya.Sebelumnya, Presiden Yudhoyono menjanjikan kepada kalangan pebisnis akan membuat keputusan terkait nasib kabinetnya pada bulan depan agar dunia usaha tidak terombang ambing menyikapi rumor reshuffle yang kini merebak di tengah masyarakat.Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengatakan hal itu disampaikan kepala negara saat ditanya oleh Apindo soal rumor reshuffle sejumlah anggota kabinet Indonesia Bersatu II yang menimbulkan keresahan dan spekulasi di kalangan dunia usaha."Kami yang membicarakan [reshuffle], bukan dia [Presiden] yang bicara.Beliau akan putuskan bulan depan. Cuma apa yang akan diputuskan, beliau tidak mau memberi tahu," ujarnya baru- baru ini. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top