Jaya Agra Wattie akan bangun 4 pabrik

JAKARTA: Emiten anyar PT Jaya Agra Wattie Tbk akan membangun empat pabrik baru untuk minyak sawit mentah (CPO) dan karet di Kalimantan dan Jawa, sehingga kapasitas produksi kedua komoditas itu meningkat.Perseroan akan menggunakan sebagian dana dari hasil
Errol Poluan
Errol Poluan - Bisnis.com 30 Mei 2011  |  08:04 WIB

JAKARTA: Emiten anyar PT Jaya Agra Wattie Tbk akan membangun empat pabrik baru untuk minyak sawit mentah (CPO) dan karet di Kalimantan dan Jawa, sehingga kapasitas produksi kedua komoditas itu meningkat.Perseroan akan menggunakan sebagian dana dari hasil penawaran umum perdana (IPO) yang totalnya mencapai Rp566,20 miliar, untuk pembangunan pabrik baru tersebut serta ekspansi lahan.Direktur Utama JA Wattie Harijadi Soedarjo mengatakan pembangunan pabrik tersebut, khususnya karet, memakan waktu hingga 6 bulan. Dari empat pabrik itu, tiga diantaranya merupakan pabrik karet dengan investasi sebesar Rp30 miliar dan satu pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam dengan investasi Rp90 miliar-Rp100 miliar.Pabrik karet tersebut akan dibangun di Kalimantan Selatan dengan kapasitas 1,5 ton per jam, Jawa Timur dengan kapasitas 150 kg karet lembaran per jam, dan Jawa Barat dengan kapasitas 150 kg karet lembaran jam.Perseroan, katanya, akan menjaga pertumbuhan bisnis dengan kontribusi utama dari karet dan CPO. Tahun lalu, pendapatan perseroan disumbang oleh kelapa sawit sebesar 35%, sementara karet mencapai 55%-58%, sisanya kopi dan teh. Dua komoditas terakhir tidak akan diperbesar, mengingat fokus perusahaan hanya pada sawit dan karet."Untuk teh dan kopi, kami tidak akan ekspansi. Kami akan tingkatkan produktifitasnya, mengingat lahan yang dimiliki hanya 500 hektare," kata Harijadi.Perseroan melepas 1,13 miliar lembar saham dengan harga Rp500 per saham dengan menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan OSK Nusadana Securities Indonesia sebagai penjamin emisi. Pada masa penawaran, perseroan sempat mengalami kelebihan permintaan sebanyak 2,44 kali dari jumlah saham yang ditawarkan.Saat diperdagangkan perdana di PT Bursa Efek Indonesia hari ini, harga saham emiten berkode JAWA ini sempat naik menjadi Rp540 per saham dan kembali ke Rp510 per saham pada perdagangan sesi pertama.Setelah IPO, komposisi pemegang saham perseroan terdiri dari Utama Hadi Surya dengan kepemilikan 19,99%, Dwijaya Hadi Surya 19,99%, PT Sinar Kasih Abadi 21%, PT Aji Lebur Seketi 9,02%, dan publik 30%. (yes)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top