Kami akan kembangkan lagi jalur pemasaran asuransi syariah yang sebelumnya melalui agen dan mulai tahun ini akan masuk lewat jalur telemarketing ditambah dengan bancassurance, kata Bert kepada pers di Jakarta, sore tadi.
Dari sisi agen, katanya, perseroan akan menambah amunisi sedikitnya menjadi 8.000 agen dari jumlah akhir tahun lalu mencapai 4.110 agen. Agen tersebut tersebar di 38 kantor penjualan dan 26 kota di Indonesia.
Menurut Bert, pihaknya tetap mengandalkan jalur distribusi keagenan dan non-keagenan baik melalui telemarketing maupun bancassurance.
Pada sisi telemarketing, saat ini perseroan ditopang oleh lebih dari 200 telemarketers (pemasaran melalui pesawat telepon) dan kerja sama strategis dengan beberapa bank besar maupun institusi keuangan di Indonesia (bancassurance) seperti ANZ, Citibank, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, Rabobank, Standard Chartered, dan GE Money Indonesia.
Head of Syariah Sun Life Srikandi Utami mengatakan pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia ditopang oleh tipikal masyarakat yang mayoritas beragama Islam meski produk syariah Sun Life juga diminati oleh non-muslim guna diversifikasi investasi.
Pada Desember 2010, Srikandi mengatakan 2 produk unit-linked syariah diluncurkan perseroan yakni Briliance Hasanah Protection Plus dengan premi tunggal dan Briliance Hasanah Sejahtera dengan premi reguler.
Produk itu, katanya, meski dengan dasar yang sama dengan produk asuransi syariah perusahaan lain, tetapi memiliki keunggulan seperti adanya pelayanan medis internasional, tidak adanya batasan jumlah santunan dan opsi adanya asuransi tambahan (riders) pada jenis premi tunggal.(fh)