Mandiri tawarkan harga saham baru Rp4.000 - Rp6.150

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menawarkan penerbitan harga saham baru sekitar Rp4.000 - Rp6.150 per lembarnya. Bank pelat merah itu membidik dana sekitar Rp9,35 triliun hingga Rp14,37 triliun.
News Editor | 28 Desember 2010 03:46 WIB

JAKARTA: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menawarkan penerbitan harga saham baru sekitar Rp4.000 - Rp6.150 per lembarnya. Bank pelat merah itu membidik dana sekitar Rp9,35 triliun hingga Rp14,37 triliun.

Berdasarkan prospektus yang diumumkan hari ini, Bank Mandiri akan menerbitkan 2,337 miliar lembar saham baru yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 14 Februari 2011. Setiap pemegang 8.985 saham lama yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 10 Februari 2011, berhak atas 1.000 lembar saham dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).Adapun setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak satu saham baru di harga Rp 4.000 - Rp6.150 per lembar saham. Setelah dicatatkan di BEI, HMETD dapat diperdagangkan pada 14 - 21 Februari 2011.Dalam prospektus itu disampaikan bahwa pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham mayoritas tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya, yakni sekitar 1,558 miliar lembar saham.Pemerintah akan mengalihkan HMETD yang dimilikinya kepada Mandiri Sekuritas dan Danareksa Sekuritas selaku agen penjual yang ditunjuknya. Selanjutnya saham hasil pelaksanaan HMETD itu akan dijual melalui penawaran terbatas.Sebelum pelaksanaan rights issue, komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah sebesar 66,68% dan masyarakat 33,32%. Adapun setelah pelaksanaan aksi korporasi itu komposisi kepemilikan saham adalah pemerintah menjadi 60% dan sisanya masyarakat.Bank Mandiri memproyeksikan dana hasil penawaran saham terbatas itu akan digunakan seluruhnya untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka pengembangan usaha dan ekspansi kredit.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top