Harga ban diproyeksi naik hingga 7%

JAKARTA: Harga jual ban kendaraan bermotor pada tahun depan diproyeksikan naik hingga 7%, terseret kenaikan harga bahan baku yakni karet alam di pasar internasional yang diprediksi terus menanjak.
manda
manda - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  09:56 WIB

JAKARTA: Harga jual ban kendaraan bermotor pada tahun depan diproyeksikan naik hingga 7%, terseret kenaikan harga bahan baku yakni karet alam di pasar internasional yang diprediksi terus menanjak.

Harga karet sebagai bahan baku utama produk ban kendaraan bermotor terkerek naik ke level tertinggi dalam sebulan, sejak 11 November. Harga pengiriman karet pada Tokyo Commodity Exchange naik 1,1% menjadi US$4,552 per ton (381,3 yen per kg) sebelum diperdagangkan pada level 380,1 yen, Rabu malam waktu setempat.

Kondisi ini dipicu oleh pasokan yang ketat dan spekulasi pemulihan ekonomi yang akan memacu permintaan pasokan.

Menurut Goldman Sachs Group Incorporated, harga karet mentah sebagai salah satu komoditas utama pada tahun depan diproyeksi mencapai US$4,40 per kg, naik empat kali lipat dari harga 2008, yakni US$1 per kg.

John Arsyad, tim marketing di Asosiasi Perusahaan Ban Indonesia (APBI) mengatakan sesuai laporan tim logistik dari asosiasi, kenaikan harga karet alam diproyeksikan berlanjut hingga kuartal I dan kuartal II tahun depan.

Prediksi ini dikeluarkan dengan berbagai pertimbangan, salah satunya konsumsi karet alam dunia yang terus meningkat, terutama langkah China yang agresif membangun cadangan karet.

Hukum suplai dan permintaan berlaku, sehingga harga karet di pasaran akan naik tajam. Kalau harga karet terus meningkat, kenaikan harga jual ban tidak terelakkan karena sudah diatas batas serap. Saya prediksi secara konservatif kenaikan antara 3%-7%, di semester I atau bahkan di awal tahun depan, katanya kepada Bisnis, hari ini.

Tren kenaikan harga karet alam, kata John, diprediksi bakal terus berlangsung pada kuartal I dan kuartal II tahun depan, atau mungkin ada koreksi pada semester II tetapi tetap berada di level tinggi yakni di kisaran US$3 per kg-US$4 per kg. (trd)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top