Direktur Utama Takaful Umum Indonesia Dadang Sukresna mengatakan proyeksi pendapatan premi sampai akhir tahun tersebut menyusul perolehan per 31 Oktober 2010 sebesar Rp200 miliar, naik sekitar 10% dari periode yang sama tahun lalu.
Menurut dia, pendapatan premi Takaful Umum Indonesia sebesar 70% masih didominasi oleh bisnis kendaraan bermotor dan property, sedangkan sisanya sebesar 30% seperti dari bisnis marine hull, marine cargo, liability, engineering.
Target kenaikan pada 2011 itu bersamaan dengan rencana pengambangan bisnis yang membidik segmen korporasi, seiring dengan meningkatnya kemampuan dan kapasitas perusahaan.
Tahun ini kami berharap premi bisa mencapai Rp200 miliar dan tahun depan bisa naik lagi sekitar 20%. Tahun depan kami akan mulai mengembangkan bisnis di segmen korporasi karena kemampuan dan kapasitasnya telah tersedia, ujarnya kepada Bisnis, hari ini.
Dadang menuturkan kinerja Takaful Umum Indonesia secara umum hingga Oktober 2010 tercatat cukup baik dengan kenaikan laba, yang lebih disebabkan karena meningkatnya hasil investasi.
Laba perseroan per 31 Oktober 2010 tercatat mengalami kenaikan 29% menjadi Rp3,4 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp3,4 miliar, sedangkan hasil investasi naik 35% menjadi Rp5 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp3,7 miliar.
Investasi perseroan sebesar 70% masih tercatat pada deposito, sisanya pada instrument lain seperti sukuk, dan reksa dana. Hasil investasi relative baik tahun ini, jelasnya. (04)