Penjualan mobil mulai melambat

Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  09:26 WIB

JAKARTA: Penjualan mobil di tingkat ritel (diler ke konsumen) sepanjang November melambat menjadi hanya 64.809 unit, lebih rendah dibandingkan dengan kinerja bulan sebelumnya yakni 66.330 unit, dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk tren musiman akhir tahun dan rencana pembatasan bahan bakar bersubsidi (BBM) oleh pemerintah.

Dibandingkan dengan realisasi penjualan secara wholesales (pengiriman pabrik ke jaringan diler) yang mencapai 69.061 unit, angka penjualan ritel pada bulan lalu lebih rendah 4.252 unit. Kendati demikian, penjualan mobil domestik berdasarkan angka wholesales pada bulan lalu stagnan dibandingkan dengan Oktober yang juga berada di kisaran 69.000 unit.Ya, pasar agak slow pada November. Banyak konsumen menunggu melihat keputusan pemerintah tentang BBM bersubsidi. Untuk tren di Desember ini, saya akan monitor lagi bagaimana perkembangannya, kata Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM), kepada Bisnis, hari ini.Amelia menuturkan pemerintah seperti diketahui telah memastikan bahwa semua mobil penumpang plat hitam harus membeli BBM nonsubsidi per Januari 2011.Di hubungi terpisah, CEO PT Astra International Tbk- Toyota Sales Operation (Auto2000) Jodjana Jody mengakui adanya penurunan angka penjualan mobil secara ritel pada November dibandingkan dengan bulan sebelumnya karena masalah suplai yang minim, sehingga memicu inden konsumen. Dia mengakui, permintaan kendaraan pada bulan lalu relatif bagus yang ditunjukkan dengan jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) yang hampir sama dengan posisi Oktober.Ritel turun, khususnya Toyota karena kehabisan barang, begitu juga trennya di Desember ini. Unit suplainya tidak memadai dan karena SPK tinggi, kami mesti menguras stok yang ada, katanya.Jodjana menuturkan saat ini pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan konsumen secara maksimal karena suplai yang ketat tersebut. Untuk model Toyota Hilux, baik kabin ganda maupun single, saat ini mencatat inden sampai tahun depan. Inden juga dicatat untuk model Toyota Dyna, seiring permintaan yang meningkat menjadi sekitar 2.000-an unit per bulan.Kalau faktor pengaruh pembatasan BBM subsidi, wacananya sudah terdengar lama. Di kami [Toyota] lebih karena suplai yang kurang. Jadi boleh dilihat, di iklan, hanya merek Toyota yang tidak menawarkan program jor-joran akhir tahun, ujar Jodjana. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top