Presiden Prabowo Usul Anggaran TNI dan Polri Dikurangi

Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pengurangan anggaran TNI dan Polri untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7/2026). - Youtube Setpres
Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (16/7/2026). - Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan pengentasan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, menjadi prioritas utama pemerintah. 

Bahkan, dia menyebut anggaran pertahanan maupun kepolisian dapat dikurangi apabila diperlukan untuk mendukung program penghapusan kemiskinan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Panen Raya Padi, Tebu, dan Kedelai di lahan garapan binaan TNI Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Presiden Ke-8 RI itu menegaskan cita-cita pemerintah adalah memastikan tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang mengalami kelaparan maupun hidup dalam kemiskinan.

"Kita harus hilangkan kelaparan, kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem, harus kita hilangkan," ujar Prabowo.

Dia optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui pengelolaan anggaran negara yang lebih efisien.

"Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita, kita akan bikin efisien," katanya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo bahkan mengusulkan pemerintah siap mengevaluasi alokasi belanja sektor pertahanan dan keamanan apabila dibutuhkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan.

"Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," tegasnya.

Pernyataan tersebut kemudian disampaikan langsung kepada jajaran TNI dan Polri yang hadir dalam acara tersebut.

"Rela TNI? Rela Polisi?" tanya Prabowo kepada para peserta.

Presiden kemudian kembali meminta respons dari prajurit TNI terkait kemungkinan pengurangan anggaran.

"Aku tanya TNI. Rela ya anggaran dikurangi? Ikhlas?" ujarnya.

Jawaban "ikhlas" dari para prajurit disambut Prabowo dengan nada bercanda.

"Kok ikhlas, ikhlas, ikhlas..." katanya yang memancing tawa hadirin.

Meski demikian, Prabowo menegaskan kekuatan pertahanan suatu negara pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran militer, tetapi juga oleh tingkat kesejahteraan masyarakat.

"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera," ujarnya.

Menurut Presiden, apabila kesejahteraan rakyat terjamin, maka seluruh masyarakat akan menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan negara.

"Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini," tegas Prabowo.

 

 

Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro