Trump Klaim Perang Gaza Berakhir, BoP Siap Jaga Stabilitas Global

Trump klaim perang Gaza berakhir berkat diplomasi BoP. 59 negara dukung stabilitas. Hamas diminta melucuti senjata. AS dan negara lain sumbang dana.
Pasukan Israel menyerang wilayah Gaza, Palestina./ Times of Israel
Pasukan Israel menyerang wilayah Gaza, Palestina./ Times of Israel

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa perang di Gaza telah berakhir berkat diplomasi intensif dan dukungan puluhan negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian Internasional atau Board of Peace (BoP).

Dalam pidatonya pada pertemuan perdana BoP di Washington D.C., Kamis (19/2/2026) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa situasi di Gaza kini jauh lebih terkendali dibanding saat ia mulai menjabat.

“Ketika saya mengambil ofis, perang di Gaza mengerikan dengan ribuan orang dibunuh dan tidak berakhir di sisi. Hari ini terima kasih kepada diplomasi yang tak berputus asa dan komitmen banyak orang hebat di ruangan ini,” ujar Trump.

Dia menyebut sebanyak 59 negara telah menandatangani komitmen terkait Gaza.

“Kita memiliki 59 negara yang telah menandatangani di Gaza. Pikirkan itu. Kita memiliki, itu luar biasa,” katanya.

Trump bahkan menegaskan, perang di Gaza sudah berakhir. “Sudah berakhir. Hanya ada kebakaran kecil, kebakaran kecil,” ucapnya.

Tekanan pada Hamas

Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan keyakinannya bahwa Hamas akan memenuhi janji untuk melucuti senjata.

“Hamas telah menjadi, saya pikir mereka akan menyerahkan senjata mereka, yaitu yang mereka janjikan. Jika mereka tidak, mereka akan menjadi, Anda tahu, mereka akan menjadi terhadap dengan keras, sangat terhadap dengan keras. Mereka tidak ingin itu,” tegasnya.

Dia juga membantah anggapan bahwa kelompok tersebut tidak takut mati.

“Tidak, mereka tidak ingin mati. Mereka bilang, kita tidak ingin mati,” ucap Trump.

Trump mengungkapkan bahwa seluruh sandera yang tersisa, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal, telah dipulangkan. Ia menyebut proses pemulangan sandera terakhir sebagai fase paling sulit.

“Mereka membawa yang terakhir pulang seminggu lalu, dan kami mendapatkan 28 dari mereka, hidup dan mati,” katanya.

Halaman
  1. 1
  2. 2
Add Bisnis.com as a preferred source on Google

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Akbar Evandio
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro