Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Penyidik Geledah Rumah Joe Biden Selama 13 Jam, Temukan 6 Dokumen Rahasia

Penyelidik Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat menemukan 6 dokumen rahasia di rumah Presiden AS, Joe Biden.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 22 Januari 2023  |  16:43 WIB
Penyidik Geledah Rumah Joe Biden Selama 13 Jam, Temukan 6 Dokumen Rahasia
Presiden AS Joe Biden - Dok. Biro Setpres RI.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyelidik Departemen Kehakiman (DoJ) Amerika Serikat menemukan 6 dokumen rahasia di rumah Presiden AS, Joe Biden dalam penggeledahan yang dilakukan selama 13 jam di Delaware.

Seorang pengacara Biden mengatakan bahwa beberapa dokumen yang disita di properti Wilmington pada Jumat (20/1/2023) berasal dari masanya sebagai senator dan lainnya dari masa jabatannya sebagai wakil presiden di bawah Barack Obama.

Pengacara Biden, Bob Bauer mengatakan catatan tulisan tangan pribadi dan materi di sekitarnya juga turut diambil. Namun, Biden dan istrinya tidak hadir.

"Presiden menawarkan akses ke rumahnya untuk memungkinkan DoJ melakukan penggeledahan di seluruh tempat untuk mencari catatan wakil presiden dan materi rahasia yang potensial," kata Bauer, pada Sabtu (21/1/2023).

Mantan Presiden Donald Trump menghadapi penyelidikan kriminal karena diduga salah menangani file rahasia.

Awal bulan ini, pengacara Biden mengatakan kumpulan dokumen rahasia pertama telah ditemukan pada 2 November di Penn Biden Center, sebuah think-tank yang didirikan presiden di Washington DC.

Kumpulan catatan kedua ditemukan pada 20 Desember di garasi di rumahnya di Wilmington, sementara dokumen lain ditemukan di ruang penyimpanan di rumah itu pada 12 Januari 2023.

Setelah menemukan dokumen tersebut, Presiden mengatakan timnya segera menyerahkannya ke Arsip Nasional dan Departemen Kehakiman. Namun, tidak jelas atas alasan apa Biden menyimpannya.

Berdasarkan Undang-Undang Pencatatan Kepresidenan, catatan Gedung Putih seharusnya masuk ke Arsip Nasional setelah administrasi berakhir, di mana mereka dapat disimpan dengan aman.

Penasihat khusus, Robert Hur, telah ditunjuk untuk memimpin penyelidikan untuk menangani dokumen sensitif tersebut.

Pencarian yang lama dan penemuan lebih banyak dokumen berikutnya menjadi tantangan politik bagi presiden, saat dia bersiap untuk mengumumkan akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua pada tahun 2024.

Sementara itu, Biden dan istrinya, Jill Biden menghabiskan akhir pekan di kota pesisir Pantai Rehoboth di Delaware, tempat mereka memiliki rumah lain. 

Pihak pengacara mengatakan bahwa rumah itu telah digeledah pada awal bulan ini dan tidak ada dokumen yang ditemukan, seperti dilansir dari New York Times.

Perbedaan waktu 2 bulan antara penemuan pertama, beberapa hari sebelum pemilihan paruh waktu, dan berita yang dipublikasikan pada bulan Januari menimbulkan pertanyaan bagi presiden tentang transparansi.

Tim dari Biden mengatakan bahwa presiden telah bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan DoJ, seperti dilansir dari BBC, Minggu (22/1/2023).

Biden mengatakan bahwa kabar itu sebagai suatu kekeliruan, dengan mengatakan dirinya tidak menyesal, karena tidak mengungkapkan secara terbuka penemuan beberapa file rahasia sebelum pemilihan paruh waktu November.

Diketahui, penggeledahan itu terjadi ketika mantan Presiden AS Donald Trump juga menghadapi penyelidikan atas dugaan kesalahan penanganan ratusan dokumen rahasia di kediamannya di Florida Mar-a-Lago dan mangkirnya untuk mematuhi panggilan pengadilan.

Trump dan pengacaranya menolak menyerahkan dokumen tersebut sampai FBI menggerebek rumahnya sebagai tempat liburannya di Florida Agustus lalu. Dia menuduh bahwa Presiden Biden diperlakukan lebih baik oleh FBI.

Presiden Biden mengatakan pada saat itu bahwa penanganan dokumen Trump sama sekali tidak bertanggung jawab.

Trump tidak memberikan alasan apapun untuk menjelaskan keberadaannya, tetapi mengatakan dia memiliki kekuatan sebagai presiden untuk mendeklasifikasi mereka, sebuah klaim yang ditentang oleh para ahli hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Joe Biden
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top