Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Xi Jinping dan Biden Soal Sistem Pemerintahan Terbaik, Autokrasi vs Demokrasi

Biden menilai sistem pemerintahan demokrasi adalah yang terbaik di tengah kondisi politik global saat ini, tetapi disanggah oleh Xi Jinping.
Erta Darwati
Erta Darwati - Bisnis.com 15 November 2022  |  08:09 WIB
Xi Jinping dan Biden Soal Sistem Pemerintahan Terbaik, Autokrasi vs Demokrasi
Xi Jinping dan Biden Soal Sistem Pemerintahan Terbaik, Autokrasi vs Demokrasi. Presiden AS Joe Biden dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT G20 di The Apurva Kempinski Bali, Senin (14/11 - 2022). Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kerap menyebut kondisi politik global saat ini menjadi titik balik untuk menentukan sistem pemerintahan terbaik antara demokrasi dan kediktatoran atau autokrasi.

Namun, hal itu disanggah Presiden China Xi Jinping yang menilai pembahasan soal sistem pemerintahan tidak tepat untuk memperbaiki kondisi global. 

"Apa yang disebut narasi demokrasi versus otoritarianisme bukanlah alat yang menentukan dunia saat ini, apalagi mewakili tren zaman," kata Xi kepada Biden, menurut laporan media pemerintah China tentang pertemuan kedua pemimpin pada KTT G20 di Bali, dilansir dari ChannelNewsAsia, Selasa (15/11/2022).

Dilaporkan bahwa Xi Jinping menerapkan sistem satu partai bagi pemerintahannya di Partai Komunis China, dan menyebut itu bentuk demokrasi di China.

"Xi Jinping menunjukkan bahwa kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia adalah pengejaran bersama umat manusia, dan juga pengejaran konstan Partai Komunis China, Amerika Serikat memiliki demokrasi gaya Amerika. China memiliki demokrasi gaya China," kata laporan itu. 

Sebaliknya, Xi menilai sistem kepemimpin Barat juga bisa disebut sebuah kediktatoran karena tidak memiliki peradilan yang independen, media yang bebas, atau hak pilih universal untuk jabatan nasional. 

Kritik terhadap Xi dan partainya, Partai Komunis China disensor secara online, dan berisiko akan ditahan.

Pada tahun lalu, Biden mengumpulkan lebih dari 100 pemimpin dunia untuk pertemuan puncak virtual tentang topik tersebut.

"Apakah kita akan membiarkan kemerosotan hak dan demokrasi terus berlanjut? Atau akankah kita bersama-sama memiliki visi dan keberanian untuk sekali lagi memimpin pawai kemajuan manusia dan kebebasan manusia ke depan?," tanya Biden kepada pemimpin dunia.

Xi Jinping sebagai pemimpin China tidak diundang dalam pertemuan itu, dan pejabat China pada saat itu menyebut bahwa pertemuan itu memecah belah.

Institut Internasional untuk Bantuan Demokrasi dan Pemilu pada akhir 2021 menyatakan jumlah negara dengan sistem demokrasi kini terancam dan telah mencapai rekor tertinggi.

Sementara itu, Biden memuji hasil pemilu paruh waktu AS pada pekan lalu sebagai sebuah kemenangan bagi demokrasi AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xi jinping Joe Biden KTT G20 demokrasi diktator g20 G20 Indonesia
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top