Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Galakkan Difablepreneur, Danareksa Latih Kewirausahaan 93 Perempuan Difabel

Guna memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, PT Danareksa kembali menggelar pelatihan bisnis UMKM untuk perempuan penyandang disabilitas di Tanah Air.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 01 Oktober 2022  |  05:14 WIB
Galakkan Difablepreneur, Danareksa Latih Kewirausahaan 93 Perempuan Difabel
Demi memberdayakan perempuan di bidang kewirausahaan, PT Danareksa kembali menggelar pelatihan bisnis UMKM untuk perempuan penyandang disabilitas di Tanah Air. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Guna mendorong pemberdayaan perempuan di bidang kewirausahaan, PT Danareksa (Persero) kembali menggelar pelatihan bisnis UMKM untuk perempuan penyandang disabilitas di Tanah Air melalui Program Berdaya Bersama Sahabat Perempuan Difablepreneur.

Kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Menembus Batas, mulai 27-29 September 2022 itu sengaja membidik perempuan, karena perempuan memiliki peran yang signifikan dalam mendukung ekonomi rumah tangga maupun kontribusinya bagi perekonomian nasional.

Program itu memberikan berbagai pelatihan wirausaha, mulai dari business model workshop dan validasi masalah serta konsumen hingga branding, marketing, dan finance.  Corporate Secretary PT Danareksa (Persero), Putu Dewika mengatakan bahwa Danareksa melalui Srikandi Danareksa sangat aktif berperan dalam pemberdayaan perempuan.

“Sebanyak 93 pegawai Danareksa merupakan perempuan, dan kami juga menyadari peran perempuan yang sangat besar terhadap perkembangan perusahaan, tidak terkecuali perempuan penyandang disabilitas,” ujarnya sepeerti siaran resmi yang dikutip, Sabtu (1/10).

Menurutnya, pasca pandemi Covid-19, seperti kita tahu semua orang beradaptasi kembali, termasuk para penyandang disabilitas yang memiliki UMKM (difablepreneur). Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para peserta tentang pengaruh kondisi ekonomi saat ini dengan dunia usaha, cara merancang produk yang unggul, digital marketing, hingga optimasi media.

“Ke depan, kami berharap dapat menyelenggarakan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar bekerja sama dengan komunitas difablepreneur lainnya,” ujar Dewika.

Data Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa saat ini tenaga kerja disabilitas yang berhasil ditempatkan dalam sektor tenaga kerja formal baru sekitar 2.851 orang atau sekitar 1,2 persen.

Sedangkan total jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tercatat sebanyak 23 juta, di mana 4,9 juta diantaranya merupakan generasi muda di usia produktif. Untuk itu penyerapan tenaga kerja untuk penyandang disabilitas masih harus terus dioptimalkan. 

Menurutnya masih kurangnya akses dan kesempatan yang diberikan kepada mereka merupakan beberapa alasan rendahnya partisipasi mereka di sektor tenaga kerja.

Keterbatasan fisik penyandang disabilitas seringkali menjadi penghalang karena dianggap sebagai bentuk ketidak-mampuan. Padahal, penyandang disabilitas juga mampu untuk menghasilkan karya dan berkontribusi.

Untuk itu, sudah menjadi komitmen bagi Danareksa sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengambil peran dalam membantu kesejahteraan penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata Danareksa dalam membantu penyandang disabilitas meningkatkan kemampuannya agar mampu mandiri secara ekonomi dengan berbisnis sesuai dengan kebutuhan pasar maupun perkembangan zaman yang semakin canggih.

Peserta yang ikut dalam pelatihan ini mendapatkan pelatihan mengenai berbagai topik terkait pengembangan bisnis dari beberapa narasumber yang ahli di bidangnya, termasuk Chief Economist DRI, Rima Prama Artha yang membahas mengenai kondisi ekonomi dan pengaruhnya terhadap perkembangan usaha dan Direktur PT Danareksa Investment Management, Upik Susiyawati mengenai Reksa Dana yang dapat menjadi alternatif investasi untuk UMKM.

Aryanita Sembiring dari The Local Enablers Comprov yang memperkenalkan segmentasi konsumen dan cara menciptakan layanan konsumen yang interaktif. “Tidak hanya itu, para peserta akan belajar cara membangun kekompakan tim, menciptakan visi usaha, hingga cara membangun kemitraan yang kolaboratif,” ujarnya.

Ketua Yayasan Menembus Batas, Nicky Claraentia Pratiwi mengatakan, apresiasi sebesar-besarnya kepada PT Danareksa atas kepedulian dan kesempatannya untuk bekerja sama memfasilitasi pelatihan bisnis UMKM bagi disabilitas perempuan.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, difablepreneur dapat semakin berkembang dan semakin banyak penyandang disabilitas yang terinspirasi untuk berkarya. Kami juga berharap stigma dari mayoritas masyarakat bahwa keterbatasan dari segi fisik sebagai bentuk ketidak-mampuan dapat dipatahkan,” ujarnya.

Danareksa terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan, khususnya untuk perempuan berkebutuhan khusus dalam pemulihan ekonomi paska pandemi Covid-19. Selain menyelesaikan masalah perekonomian penyandang disabilitas, Danareksa akan terus berupaya menciptakan Indonesia yang lebih inklusif.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danareksa difabel perempuan
Editor : Puput Ady Sukarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top