Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sederet Aksi Hacker Bjorka: Retas Data KPU, PLN Hingga Menteri

Hacker Bjorka sudah melakukan sejumlah aksi peretasan dan mengklaim membocorkan sejumlah data penting. Ini sederet aksi Bjorka.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 11 September 2022  |  18:33 WIB
Ilustrasi seorang pria sedang mengetik kode siber. - Reuters/Kacper Pempe
Ilustrasi seorang pria sedang mengetik kode siber. - Reuters/Kacper Pempe
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Hacker dengan nama akun Bjorka tengah menjadi perbincangan publik karena beberapa kali melakukan serangan siber dengan membobol data lembaga pemerintahan, perusahaan pelat merah, hingga pejabat negara.

Setelah sebelumnya kebocoran data di PLN, Indihome, data registrasi sim card, dan terakhir 105 juta data pemilih, hingga data rahasia dan surat untuk presiden yang bocor, Bjorka baru-baru ini mengancam akan membocorkan data pelanggan MyPertamina.

Berdasarkan pantauan Bisnis, ulah Bjorka ini selalu muncul di forum hacker BreachForums yang membocorkan data dari lembaga pemerintah atau lembaga plat merah di Indonesia.

Berikut sederet aksi peretasan yang dilakukan hacker Bjorka:

1. Data pelanggan PLN

Diketahui sebanyak 17 juta data milik pelanggan PLN diduga bocor di forum hacker, BreachForums. Penjual data itu bernama Loliyta dengan sejumlah data yang berisikan nama pelanggan, tipe KwH, tipe meteran, dan lainnya.

"Hi, Im selling data PLN17 MILLION++ with fieldID,Idpel,Name,Consumer Name,Energy Type,Kwh,Address,Meter No,Unit Upi,Meter Type,Nama Unit Upi,Unit Ap,Nama Unit Ap,Unit Up,Nama Unit Up,Last Update,Created At," tulisnya dalam unggahan di forum tersebut (18/7/2022).

2. Data IndiHome

Selanjutnya, turut beredar informasi di media sosial Twitter bahwa terdapat 26 juta data pelanggan IndiHome bocor dan masuk situs gelap dengan beragam data berisikan histori browsing antara lain tanggal, kata kunci, domain, platform, browser, URL, kata kunci di Google dan lokasi. Peretas mengaku mendapatkan data-data tersebut dari peretasan pada Agustus 2022.

1 dari 2 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bjorka hacker kejahatan siber perlindungan data pribadi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top