Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IdulAdha 2022: Puasa Arafah Ikut Makkah atau Indonesia?

Lantas bagaimana pelaksanaan Puasa Arafah dengan adanya perbedaan IdulAdha di Makkah dan Indonesia?
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 03 Juli 2022  |  16:57 WIB
IdulAdha 2022: Puasa Arafah Ikut Makkah atau Indonesia?
ILUSTRASI. IdulAdha 2022: Puasa Arafah Ikut Makkah atau Indonesia? - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menetapkan 1 Dzulhijjah pada 1 Juli 2022. Artinya, IdulAdha atau Lebaran Haji jatuh pada 10 Juli 2022. Penetapan Idul Adha di Indonesia berbeda dengan di Mekkah, Arab Saudi yang akan dilaksanakan pada 9 Juli 2022. Lantas bagaimana pelaksanaan Puasa Arafah dengan adanya perbedaan tersebut?

Hukum puasa Arafah adalah Sunnah Muakad dan dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah saat jema'ah haji melakukan Wukuf di Arafah. Dilansir dari laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), umat muslim di Indonesia disarankan untuk mengikuti pemerintah dalam hal penetapan hari raya Idul Adha. Artinya, puasa Arafah boleh dilakukan pada 9 Juli 2022.

Dalam penjelasan di laman MUI tersebut, perbedaan waktu puasa Arafah di Mekkah dan Indonesia sangat riskan (besar risikonya) karena wukuf di Mekah hari Jumat sedangkan Idul Adha Sabtu. Sementara itu, puasa Arafah di Indonesia terjadi pada Sabtu dan Lebaran IdulAdha pada Minggu. 

"Dalam hal Lebaran dan kurban bila terjadi kesalahan penentuan waktu salat Idul Adha dan kurban tetap sah karena bagian dari ijtihad yang dibenarkan dalam agama," seperti dikutip dari laman tersebut.

MUI juga menjelaskan soal pendapat ulama tenrang perbedaan terbitnya bulan. Dijelaskan, Jumhur ulama Malikiyah, Hanafiah dan Hanabilah berpendapat cukup satu tempat melihat bulan, di negara lain ikut Lebaran walaupun tempatnya jauh.

Berbeda dengan pendapat Syafi’iyah setiap tempat yang lebih 24 farsakh atau sekitar 57 kilometer sudah tidak wajib ikut ketentuan penentuan di tempat itu. Artinya umat muslim di wilayah tertentu harus ikut ketentuan pemerintah di mana dia bermukim.

"Pendapat Syafi’iyah inilah yang dianut saat ini di Indonesia karena ketentuan lebaran di Mekah tidak diikuti sebab berbeda tempat terbitnya bulan. Wallahu A’lam," tulis MUI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Puasa iduladha
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top