Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Puluhan Migran Ilegal Ditemukan Tewas di Dalam Truk di San Antonio

Petugas kebakaran setempat menemukan puluhan jenazah migran ilegal di dalam truk di kawasan San Antonio.
Para imigran menyeberangi sungai di dekat proyek pembangunan tembok perbatasan antara El Paso dan Ciudad Juarez, Meksiko, Selasa (5/2/2019)./Reuters-Jose Luis Gonzalez
Para imigran menyeberangi sungai di dekat proyek pembangunan tembok perbatasan antara El Paso dan Ciudad Juarez, Meksiko, Selasa (5/2/2019)./Reuters-Jose Luis Gonzalez

Bisnis.com, JAKARTA - Sedikitnya 46 orang yang diduga rombongan migran ilegal ditemukan tewas di sebuah truk di pinggiran San Antonio, Amerika Serikat.

Seorang petugas pemadam kebakaran mengatakan bahwa sebanyak 16 orang termasuk empat anak juga telah dibawa ke rumah sakit. Mereka yang selamat menderita serangan panas dan kelelahan akibat suhu tinggi.

San Antonio, yang berjarak 250 kilometer dari perbatasan Amerika Serikat (AS)-Meksiko, merupakan rute transit utama bagi penyelundup manusia. Sementara itu, iklim San Antonio dalam beberapa bulan sangat panas dengan suhu mencapai 39,4 Celcius.

Pedagang manusia sering menggunakan truk untuk mengangkut migran tidak berdokumen setelah bertemu dengan mereka di daerah terpencil sebelum diseberangkan ke AS.

"Ini sama saja dengan tragedi kemanusiaan yang mengerikan," kata petugas yang berada di tempat kejadian, seperti dikutip dari BBC.com, Selasa (28/6/2022).

Dia menambahkan bahwa kendaraan yang ditinggalkan pengemudinya itu tidak memiliki AC yang berfungsi dan tidak ada air minum di dalamnya.

Lebih lanjut, menurut laporan saluran TV lokal KSAT, kendaraan itu ditemukan di sebelah rel kereta api di sisi barat daya San Antonio. 

Sejumlah besar petugas tanggap darurat, termasuk polisi, pemadam kebakaran, dan layanan ambulans, terlihat mengelilingi truk besar itu.

Dalam konferensi pers, Kepala Polisi San Antonio, William McManus mengatakan bahwa penyelidikan telah diserahkan kepada agen federal pada Senin malam. Dia juga menambahkan ada tiga orang yang ditahan atas peristiwa nahas tersebut. 

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard mengatakan bahwa dua warga Guatemala termasuk di antara belasan korban selamat yang dibawa ke rumah sakit. Namun, kewarganegaraan para korban lainnya belum diketahui.

Gubernur Texas dari Partai Republik, Greg Abbott menyalahkan Presiden AS Joe Biden atas kejadian tersebut. 

Menurutnya, kejadian itu meripakan dampak dari kebijakan perbatasan yang terbuka dan lemah.

Di lain pihak, politisi Partai Demokrat Beto O'Rourke menyampaikan bahwa insiden migran tersebut harus segera ditindaklanjuti yakni dengan membongkar jaringan penyelundupan manusia, termasuk upaya pelonggaran aturan terkait migrasi legal.

Keimigrasian tercatat menjadi masalah politik yang diperdebatkan di Amerika Serikat, di mana ada tahun lalu sejumlah rekor migran tidak berdokumen ditahan menyeberang dari Meksiko. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper