Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sidang Isbat 1 Ramadan 2022, Ini Pesan Ma'ruf Amin Agar Puasa Diterima

Menurut Ma'ruf Amin manusia tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga dilatih untuk mengendalikan diri, jujur, dan memiliki solidaritas sosial.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 01 April 2022  |  18:51 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kediaman resmi wapres di Jakarta, Jumat (3/12/2021). - Antara
Wakil Presiden Ma'ruf Amin di kediaman resmi wapres di Jakarta, Jumat (3/12/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan pesan selamat dalam menyambut bulan suci Ramadan 1443 Hijriah kepada seluruh umat muslim yang menjalankan.

Menurutnya, dengan berpuasa, manusia tidak hanya sekedar menahan diri dari makan dan minum sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, tetapi juga dilatih untuk dapat meraih tiga nilai, yaitu mengendalikan diri, jujur, dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi.

“Orang yang melaksanakan puasa dengan pemenuhan ketiga nilai atau prinsip tersebut, yakni pengendalian diri, kejujuran, dan solidaritas sosial, dia akan menjadi bersih tanpa dosa,”katanya, dikutip melalui laman Wapres, Jumat (1/4/2022)

Wapres menguraikan terdapat tiga nilai ketiganya. Pertama, hakikat puasa tidak hanya ditujukan sebagai pengendalian diri secara lahiriah, tetapi juga meliputi pengekangan ego dari semua nafsu, sikap dan tindakan tercela, atau kemaksiatan.

“Naluri manusia memang memiliki keinginan-keinginan (nafsu), baik nafsu biologis, materi, maupun kekuasaan,” ujarnya.

Kedua, sambung Wapres, puasa membentuk nilai kejujuran karena tidak ada yang mengetahui kebenaran seseorang berpuasa atau tidak, kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT.

“Dalam ibadah puasa ini, terkandung pula nilai kejujuran yang tinggi karena bisa saja seseorang berpura-pura puasa di hadapan umum, tetapi sebenarnya ia tidak berpuasa,” tuturnya.

Ketiga, Wapres menambahkan, solidaritas sosial dibangun dengan memperbanyak sedekah selama Ramadan dan menunaikan zakat fitrah pada Idulfitri. Dalam hal ini, umat Islam perlu didorong agar tidak berperilaku konsumtif selama Ramadan, tetapi berempati dengan sedekah.

“Bulan Ramadan ini kita jangan menjadi konsumtif. Bukan karena kita memang pedit [pelit] atau dia kurang mau mengeluarkan hartanya, tapi justru kita mengurangi konsumsi, tapi memperbanyak sedekahnya,” ujarnya

Solidaritas sosial yang tinggi tersebut, menurut Wapres, kian penting di tengah situasi pandemi Covid-19 mengingat banyak masyarakat yang terdampak pandemi.

Oleh sebab itu, Wapres mengajak umat Islam di Indonesia menyegerakan zakat harta pada Ramadan ini meskipun zakat harta umumnya ditunaikan setahun sekali ketika mencapai nisab.

“Saya anjurkan, walaupun misalnya zakat harta itu dilakukan sesuai dengan haul, maka justru digunakanlah bulan puasa ini, ditakjilkan, tetapi dibiasakan untuk mengeluarkan zakat hartanya di bulan Ramadan,” katanya

Penyebabnya, dia mengatakan banyak orang yang membutuhkan, termasuk juga dalam menghadapi lebaran nanti, apalagi dalam suasana pandemi ini banyak masyarakat yang berkekurangan.

Pada kesempatan yang sama, Wapres menegaskan pengendalian diri, kejujuran, dan solidaritas yang tinggi perlu dipupuk dalam kehidupan sehari-hari, sebab sejumlah persoalan sosial, seperti korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, dan minuman keras, muncul sebagai ekspresi keinginan yang tidak disertai kepemilikan ketiga nilai ini.

“Oleh karenanya, ketiga nilai ini harus diwujudkan tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga di hari-hari di luar Ramadan,” ujarnya.

Wapres mengajak umat bersama-sama menyambut Ramadan ini sebagai momen untuk menguatkan ketakwaan. 

“Saya mengharapkan bulan Ramadan kali ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan kita, tumbuhnya solidaritas bangsa, serta kita bisa keluar dari pandemi,” pungkas Ma’ruf.

Sekadar informasi, Pemerintah melalui Kementerian Agama menggelar Sidang Isbat (penetapan) Ramadan tahun 2022 atau 1 Ramadan 1443 H pada Jumat (1/4/2022).

Sidang isbat berlangsung di Auditorium HM Rasjidi Kementeran Agama ini akan didahului dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yakni Thomas Djamaluddin pada pukul 17.00 WIB.

Adapun pemaparan posisi hilal dapat disaksikan melalui live streaming Youtube, Bimas Islam.

"Sidang Isbat penetapan 1 Ramadan 1443 Jumat 1 April 2022. Seminar posisi hilal pukul 17.00, terbuka untuk umum via zoom/live streaming channel youtube Bimas Islam," tulis jadwal sidang Isbat Kemenag, Jumat (1/4/2022).

Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIBsidang isbat secara tertutup, diawali salat Magrib. Pukul 19.15 yakni telekonferensi pers penetapan 1 Ramadan 1443 Hijriah.

Dikutip melalui akun Instagram resminya, @kemenag_ri, sidang akan diselenggaraan di Auditorium HM Rasjidi Kemenag, Jl MH Thamrin No. 6 Jakarta ini dimulai sekitar pukul 17:00 WIB hingga 19:15 WIB.

"Pengumuman Hasil Sidang Isbat akan disiarkan langsung TVRI (TV Pool), RRI, serta website dan youtube Kemenag." tulis Kemenag di akun instagram resminya, @kemenag_ri, Jumat (1/4/2022).

Pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan menyaksikan hasil sidang Isbat penetapah 1 Ramadhan 1443 H ini di rumah masing-masing. 

"Karena masih pandemi #SahabatReligi tetap menjalankan protokol kesehatan dan menyaksikan hasil penetapan 1 Ramadan di rumah masing2 bersama keluarga tercinta," tambah Kemenag.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ramadan Ma'ruf Amin
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top