Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FDA dan CDC Rekomendasikan Booster Kedua untuk Orang Minimal Berusia 50 Tahun

FDA dan Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit AS (CDC)  merekomendasikan vaksin booster kedua bagi orang minimal berusia 50 tahun.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 01 April 2022  |  12:34 WIB
FDA dan CDC Rekomendasikan Booster Kedua untuk Orang Minimal Berusia 50 Tahun
Seorang tenaga kesehatan memberikan suntikan penguat (booster) vaksin COVID-19 kepada warga setempat di sebuah lokasi vaksinasi sementara di Beijing, China pada 29 November 2021. - Antra/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) dan Pusat Pengendalian Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan vaksin booster kedua bagi orang minimal berusia 50 tahun.

Edukator Covid-19 dokter Adam Prabata @adamprabata menulis, bahwa booster vaksin Covid-19 kedua atau vaksinasi keempat direkomendasikan untuk orang berusia minimal 50 tahun, dan orang berusia minimal 12 tahun yang mengalami kekebalan tubuh.

Pemberian rekomendasi booster ke-2 tersebut bertujuan untuk semakin meningkatkan proteksi terhadap Covid-19 pada orang-orang yang memang memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami sakit berat akibat terkena Covid-19.

Pada keterangan tertulisnya, CDC menyebut bahwa data terus menunjukkan pentingnya vaksinasi dan dosis booster untuk melindungi individu dari infeksi dan dampak berat dari Covid-19.

Orang dewasa dan remaja yang memenuhi syarat untuk dosis booster pertama, suntikan vaksin aman dan memberikan manfaat besar.

Selama lonjakan kasus Covid-19 varian  Omicron baru-baru ini, mereka yang divaksinasi memiliki kemungkinan 21 kali lebih kecil meninggal karena Covid-19 dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi, dan 7 kali lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit.

CDC terus merekomendasikan agar semua orang dewasa, remaja, dan anak-anak berusia 5 tahun ke atas yang memenuhi syarat untuk divaksinasi, termasuk vakin booster.

Seiring dengan FDA, CDC memperbarui rekomendasi untuk memungkinkan individu dengan gangguan kekebalan tertentu dan orang-orang di atas usia 50 tahun yang menerima dosis booster awal setidaknya 4 bulan yang lalu untuk booster vaksin mRNA lain demi meningkatkan perlindungan mereka terhadap Covid-19.

Secara terpisah dan sebagai tambahan, berdasarkan data yang baru diterbitkan, orang dewasa yang menerima vaksin primer dan dosis booster vaksin Covid-19 Johnson & Johnson setidaknya 4 bulan yang lalu, sekarang dapat menerima dosis booster kedua menggunakan vaksin mRNA Cpvid-19.

Rekomendasi yang ini mengakui bahwa peningkatan risiko penyakit parah pada populasi tertentu termasuk mereka yang berusia lanjut atau berusia di atas 50 tahun dengan berbagai kondisi mendasar.

Hal ini didukung data efektivitas vaksin booster.

Dr. Rochelle P. Walensky menyebut, CDC memperluas kelayakan dosis booster tambahan untuk individu tertentu yang mungkin berisiko lebih tinggi untuk mengalami dampak parah Covid-19.

“Booster aman, dan orang yang berusia di atas 50 tahun sekarang bisa mendapatkan booster tambahan 4 bulan setelah dosis sebelumnya untuk meningkatkan perlindungan mereka. Ini sangat penting bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas dan mereka yang berusia 50 tahun ke atas dengan kondisi medis mendasar yang meningkatkan risiko penyakit parah akibat Covid-19 karena mereka paling mungkin mendapat manfaat dari menerima dosis penguat tambahan saat ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, CDC bekerja sama dengan FDA dan mitra kesehatan masyarakat akan terus mengevaluasi kebutuhan dosis booster tambahan untuk semua orang Amerika, ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 Vaksin Booster
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top