Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hampir Rp1 Triliun Sitaan Utang BLBI Berasal dari DKI Jakarta

Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara DKI Jakarta mencatat nilai penyitaan uang dari obligor dan debitur BLBI mencapai Rp984,7 miliar.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 01 Maret 2022  |  16:56 WIB
Hampir Rp1 Triliun Sitaan Utang BLBI Berasal dari DKI Jakarta
Demo mengingatkan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA — Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara atau DJKN DKI Jakarta mencatat nilai penyitaan uang dari obligor dan debitur Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau BLBI mencapai Rp984,7 miliar.

Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta Aloysius Yanis Dhaniarto menjelaskan, bahwa sejak 2021 pihaknya membantu Satuan Tugas (Satgas) BLBI dalam menagih utang dari para obligor dan debitur. Nilai sitaan di kawasan Ibu Kota tercatat cukup besar.

Pada 2021, Kanwil DJKN DKI Jakarta memperoleh pembayaran uang Rp715,54 miliar atas kasus BLBI.

Lalu, hingga Februari 2022 terdapat pembayaran  Rp269,24 miliar, sehingga sampai saat ini telah terkumpul Rp984,7 miliar utang dari obligor dan debitor di Jakarta.

"Kalau ditotal dari tahun lalu sudah hampir Rp1 triliun. Itu yang berupa pembayaran, masih ada yang berupa sita tanah," ujar Dhaniarto dalam konferensi pers Kinerja APBN Provinsi DKI Jakarta, Selasa (1/3/2022).

Pada tahun lalu, pihaknya menyita empat bidang tanah seluas total 629,6 juta meter persegi dengan estimasi nilai Rp2,42 triliun.

Kemudian, terdapat penyitaan 587 bidang tanah seluas 4,79 juta meter persegi yang tersebar di berbagai kota, seperti Padang, Malang, Pekalongan, Sukabumi, dan Subang.

Sepanjang tahun berjalan atau 2022 ini, DJKN Jakarta pun telah menyita banyak aset, seperti 159 bidang tanah seluas 1,89 juta meter persegi di berbagai kota.

Selanjutnya, terdapat dua bidang tanah dan bangunan seluas 848 meter persegi dengan estimasi nilai Rp14,68 miliar.

"Piutang yang telah lama, 20 tahun lebih belum dikembalikan, ini harus kembali ke negara," ujar Dhaniarto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus blbi ditjen kekayaan negara
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top