Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fakta Omicron BA.2, Menyebar Lebih Dahsyat Terdeteksi di Indonesia dan 55 Negara Lain

Virus Corona SARS-CoV-2 varian Omicron telah bermutasi dan memunculkan subvarian BA.2 dengan daya sebar lebih ‘dahsyat’ dibaning BA.1.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  06:11 WIB
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik
Ilustrasi pria mengalami gejala Covid-19 varian Omicron - Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Virus Corona SARS-CoV-2 varian Omicron telah bermutasi dan memunculkan subvarian BA.2 dengan daya sebar lebih ‘dahsyat’ dibaning BA.1.

Omicron subvarian BA.2 sudah terdeteksi di Indonesia dan 55 negara lain di dunia.

Di Indonesia, kasus BA.2 ditemukan sejak Desember 2021, dan hingga kini menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) SIti Nadia, ada 55 kasus.

Berikut fakta Omicron subvarian BA.2 yang dikutip dari @pandemictalks, Senin (31/1/2022).

1. Pertama kali terdeteksi pada Desember 2021

BA.2 adalah salah satu subvarian dari Omicron. Adapun, subvarian Omicron asli adalah BA.1.

Diketahui, bahwa varian Omicron B.1.1.529 mempunyai 4 sub garis keturunan yaitu: Ba.1, BA.1.1, BA.2, BA.3. Dua di antaranya yakni BA.1 dan BA.2 telah menyebar luas.

2. Omicron BA.2 memiliki daya sebar atau transmisi yang tinggi

Selama ini, BA.1 mendominasi penularan di dunia. Namun, akhir-akhr ini beberapa negara telah mendteksi proporsi kenaikan subvarian BA.2, termasuk di Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Bahkan di India, Singapura, Denmark, Filipina, Swedia, Afrika Selatan, subvarian BA.2 mengalahkan BA.1. Hal ini membuktikan bahwa penyebarannya lebih tinggi, dan sudah terdektsi di 56 negara.

3. Dijuluki Omicron’s Sister

BA.2 memiliki banyak kesamaan dengan Omicron asli BA., namun ada 40-an perbedaan protein di antaranya termasuk spike protein. Peneliti belum mengetahui efek dari perbedaan mutasi tersebut.

Meski demikian, Pandemictalks mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir, karena belum ada bukti bahwa BA.2 lebih bisa menghindari antibody vaksin jika dibandingkan dengan Omicron BA.1.

Selain itu, BA.2 dapat terdeteksi pemeriksaan PCR biasa, namun tidak memiliki ciri untuk pemeriksaan S gene target failure (SGTF) seperti BA.1.

Sebanyak 55 kasus Omicron subvarian BA.2 ditemukan di Indonesia sejak Desember 2021.

Pandemictalks mengingatkan, bahwa mutasi dan varian baru akan terus terbentuk apabila rantai penulara tidak diputus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, bahwa Omicron bukan varian Covid-19 terakhir, maka masyarakat harus tetap melakukan protokol kesehatan: menggunakan masker berkualitas baik, hindari ruang tertutup, dan segera vaksinasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top