Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HUT Ke-49 PDIP, Megawati Sebut Banyak Pahlawan Perempuan Dilupakan

Ketua Umum DIP Megawati Soekarnoputri menyebut bahwa sosok pahlawan perempuan sudah seringkali dilupakan belakangan ini di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 10 Januari 2022  |  11:26 WIB
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpidato pada hari ulang tahun (HUT) ke-49 PDIP, Senin (10/1/2022). JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri saat berpidato pada hari ulang tahun (HUT) ke-49 PDIP, Senin (10/1/2022). JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyebut bahwa sosok pahlawan perempuan sudah seringkali dilupakan belakangan ini di Indonesia.

Menurut dia, kemerdekaan Indonesia atas penjajah bukanlah pemberian, tetapi perjuangan dari seluruh pahlawan baik pria maupun wanita.

Ditegaskan, Indonesia bisa merdeka karena ada pahlawan yang berjuang keras melawan para penjajah pada masa lalu.

"Kita ini merdeka karena ada yang memerdekakan itu, sampai sekarang kaum perempuan selalu terlupakan dan selalu konco wingking padahal selalu banyak pahlawan perempuan juga," tuturnya di sela-sela acara HUT PDI Perjuangan ke-49, Senin (10/1/2022).

Dia juga membeberkan beberapa perempuan yang memiliki jasa cukup besar untuk memerdekakan Indonesia antara lain Cut Nyak Dhien dari Aceh, Laksamana Malahayati dari Kesultanan Aceh.

"Saya sangat bangga betul kalau mendengar nama Laksamana Malahayati, dia betul-betul laksamana yang jadi panglima Angkatan Laut saat itu," katanya.

Kemudian, Ratu Kalinyamat dari Jepara, Raden Adjeng (RA) Kartini dari Jepara, Raden Dewi Sartika dari daerah Bandung, Siti Manggopoh dari Padang Sumatra Barat, Maria Josephine Catherine Maramis atau Maria Walanda Maramis dari Minahasa Utara, dan Martha Christina Tiahahu dari Maluku.

"Kenapa ya mereka sering dilupakan saat ini, apa hanya karena sosoknya perempuan, ini menjadi pertanyaan di dalam perenungan saya. Padahal ini seharusnya menjadi ingatan kolektif bangsa," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

megawati pdip
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top