Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waspada, Omicron Sudah Beredar di 45 Negara

Kemenkes RI menyebut sampai saat ini sudah ada 45 negara yang telah melaporkan kasus Covid-19 varian Omicron.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  17:06 WIB
Penumpang tiba di Bandara New Delhi, India - Indian Express
Penumpang tiba di Bandara New Delhi, India - Indian Express

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyebut sampai saat ini sudah ada 45 negara yang telah melaporkan kasus Covid-19 varian baru Omicron.

Hal ini disampaikan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam agenda daring tentang Disiplin Masker dan Vaksinasi Cegah Omicron, Selasa (7/12/2021).

“Nah, kalau kita melihat jumlah negara yang melaporkan ini terus meningkat ya. Sampai saat ini sudah hampir 45 negara ya melaporkan kasus tersebut,” katanya, Selasa (7/12/2021).

Dia menegaskan, agar masyarakat tetap berhati-hati dengan varian Omicron. Penyebabnya, dalam beberapa hari saja sejak ditemukan, varian baru tersebut telah dijadikan sebagai varian of concern (VoC) oleh WHO.

Berbeda dengan varian Delta yang membutuhkan satu bulan setelah penemuannya baru dinyatakan sebagai varian of concern.

“[Masyarakat] diharapkan berhati-hati dengan varian baru Omicron. Kalau melihat varian ini yang dilaporkannya 24 November dan tanggal 26 November itu sudah dijadikan varian of concern. Varian Delta sendiri itu kira-kira 1 bulan dia baru dinyatakan oleh WHO sebagai varian of concern,” katanya.

“Jadi artinya sangat cepat kemudian kita lihat penyebarannya artinya pendeteksiannya ini,” tambahnya.

Selain itu, dia melanjutkan, ada beberapa negara yang melaporkan kasus Omicron justru tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri.

“Dan di beberapa negara yang melaporkan tersebut kita ketahui bahwa ada beberapa kasus seperti di Spanyol kemudian di Amerika Serikat sendiri itu varian Omicron dideteksi, tetapi tidak merupakan ataupun orang tersebut tidak ada riwayat perjalanan ke luar negeri,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut mengartikan Omicron memang harus menjadi perhatian serius untuk mencegah gelombang kasus selanjutnya agar tidak terjadi di Indonesia.

“[Varian] Omicron menjadi perhatian kita untuk kita berhati-hati ya. Kita tetap melakukan pengetatan di pintu masuk negara. Namun, kita tetap berhati-hati karena kemungkinan adanya varian Omicron yang dideteksi tanpa ada riwayat perjalanan luar negeri itu juga sudah ada informasi dari negara-negara lain,” ujarnya.

Selanjutnya, Nadia mengatakan, persentase Indonesia mengalami kasus varian Omicron masih sangat bervariasi tergantung pada perilaku masyarakat saat ini.

“Kalau kita lihat, Singapura dan Malaysia sudah melaporkan sudah mendeteksi adanya varian Omicron ini, tapi kembali lagi pelaku perjalanan. Saat ini pelaku perjalanan, kita sudah menutup 11 negara yang melaporkan ada varian Omicron,” kata Nadia.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes who omicron
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top