Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Melambat, Menkes Dorong Sosialisasi

Pemerintah menjamin keamanan vaksin racikan AstraZeneca, Pfizer maupun Moderna.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 22 November 2021  |  18:24 WIB
Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan oleh berbagai negara. - clinicaltrialsarena.com
Berbagai jenis vaksin Covid-19 yang digunakan oleh berbagai negara. - clinicaltrialsarena.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui bahwa dalam tiga pekan terakhir telah terjadi perlambatan kecepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Menipisnya stok vaksin Sinovac, ditambah ketakutan masyarakat terhadap efek samping vaksin Covid-19 jenis lain disebut Menkes sebagai pemicu utama.

"[Daerah] yang tadinya konsisten di atas sudah ada penurunan. Ini disebabkan beberapa hal. Salah satunya adalah karena Sinovac vaksinnya sudah mulai menurun, diganti oleh AstraZeneca dan Pfizer," kata Budi dalam konferensi pers Senin (22/11/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Budi menekankan bahwa pemerintah telah menjamin keamanan dan efektivitas vaksin bikinan AstraZeneca, Pfizer hingga Moderna. 

Dia juga mengajak masyarakat dari berbagai lapisan untuk kompak menyosialisasikan hal tersebut di lingkungan sekitar masing-masing.

Sosialisasi, kata Budi, adalah hal penting. Khususnya di kalangan masyarakat lanjut usia.

"Tolong didorong agar masyarakat kita yang belum divaksin, terutama lansia tetap mau dan nyaman divaksin apapun vaksinnya. Yang AtraZeneca, Pfizer, atau Moderna memang ada demam, sama seperti waktu kita [vaksin] cacar masih kecil, juga demam. Tidak usah khawatir," lanjutnya.

Terhitung hingga Minggu (21/11), pemerintah memperkirakan 273 juta dari 287 juta dosis vaksin yang tersedia di Indonesia telah didistribusikan ke berbagai daerah.

Dari jumlah tersebut, sekitar 225 juta telah disuntikkan dan hampir 50 juta sisanya diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi dalam sebulan ke depan.

"Kita juga sekarang lebih banyak menerima vaksin donasi dari luar negeri, karena produksi vaksin di negara maju sudah lebih untuk mereka gunakan sendiri," kata Menkes.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

budi gunadi sadikin Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top