Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi: Dunia Penuh Ketidakpastian, Banyak yang Ragu dan Takut

Jokowi menyampaikan bahwa saat ini dunia berada dalam situasi ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi Covid-19 hingga perubahan iklim.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 18 November 2021  |  12:51 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di acara Kompas100 CEO Forum di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11 - 2021) / Youtube Setpres\r\n\r\n
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato di acara Kompas100 CEO Forum di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/11 - 2021) / Youtube Setpres\\r\\n\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa saat ini dunia berada dalam situasi ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi Covid-19 hingga perubahan iklim.

“Dunia sekarang ini betul-betul berada pada ketidakpastian yang tinggi. Berada pada posisi keragu-raguan dan pada kompleksitas masalah yang juga tinggi,” kata Jokowi dalam pidatonya di acara Kompas100 CEO Forum, dikutip dari YouTube Harian Kompas, Kamis (18/11/2021).

Menurutnya, seluruh negara saat ini tengah khawatir terhadap potensi terjadinya krisis pangan dan inflasi global dan semua negara terus mencari cara untuk bisa mengatasinya.

"Semua negara juga sekarang takut karena inflasi, di semua negara naik," ucap Jokowi.

Jokowi juga menekankan bahwa saat ini banyak orang takut dengan tapering off dan global supply chain di mana ketergantungan hanya kepada segelintir negara.

"Juga kesulitan kontainer hampir semua ini karena disrupsi yang memang mengacaukan dan kompleksitasnya tambah, semakin bertambah," ujarnya.

Untuk itu, Jokowi mengatakan bahwa diperlukan upaya antisipasi dan preventif agar dampak dari ketidakpastian yang tinggi dari kondisi dunia dapat ditekan seminimal mungkin.

"Semua harus mengantisipasi, harus persiapkan diri, harus hati-hati tetapi juga tidak usah terlalu ketakutan," katanya.

Kepala Negara menegaskan bahwa kunci pertumbuhan ekonomi pada 2022 adalah pengendalian pandemi Covid-19.

“Kalau tidak bisa kendalikan ya ekonominya akan turun dan terpuruk lagi,” katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi krisis ekonomi perubahan iklim Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top