Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaim Kemenag Hadiah Negara untuk NU, Pengamat: Baiknya Menag Yaqut Ikut TWK

Pengamat politik Hendri Satrio mengusulkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut tes wawasan kebangsaan (TWK).
Setyo Puji Santoso
Setyo Puji Santoso - Bisnis.com 25 Oktober 2021  |  09:34 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas  -  Dok. Kemenag
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas - Dok. Kemenag

Bisnis.com, JAKARTA - Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengklaim tentang Kementerian Agama (Kemenag) hadiah untuk NU menjadi polemik.

Menyikapi hal itu, sejumlah pihak mendesak Menag Yaqut untuk menarik ucapannya karena dapat memicu kegaduhan baru antarkelompok beragama.

Pengamat politik Hendri Satrio dalam cuitannya di akun Twitter juga menyesalkan pernyataan Menag tersebut.

Bahkan, pendiri lembaga survei Kedai Kopi itu menyarankan agar Menag Yaqut mengikuti tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Usul, sangat baik bila Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Ikut Tes Wawasan Kebangsaan, bagaimana?," tulisnya.

Senada juga disampaikan politikus Partai Gerindra Fadli Zon.

Menurutnya, tidak sepatutnya seorang menteri mengeluarkan pernyataan demikian. Oleh karena itu, ia mendesak Menag Yaqut dan Presiden Jokowi untuk memberikan klarifikasi demi meredam kegaduhan yang lebih besar.

"Menag ini sering salah menempatkan diri atau salah pernyataan," kata Fadli Zon dikutip melalui akun Twitternya @fadlizon, Minggu (24/10/2021).

"Klaim ini perlu diklarifikasi termasuk oleh Pak @jokowi. Benarkah kementrian agama ini hadiah khusus utk NU bukan utk umat Islam secara keseluruhan atau umat beragama lainnya?," tambah Fadli.

Sebagai informasi, pernyataan mengejutkan itu dilontarkan Menag Yaqut saat membuka Webinar Internasional Santri Membangun Negeri yang digelar Rabithah Ma'ahid Islamiyah dan PBNU dalam rangka memperingati Hari Santri, yang disiarkan secara langsung di Kanal YouTube TVNU Televisi Nadhlatul Ulama pada 20 Oktober 2021.

Dalam kesempatan itu, Yaqut, mengatakan selama ini ada perdebatan, terutama di kalangan internal Kementerian Agama, bahwa Kemenag dibentuk untuk kepentingan Umat Islam. Yaqut membantah pendapat tersebut.

Menurut Yaqut, Kementerian Agama ini justru hadiah negara untuk jamiyah Nahdlatul Ulama atau NU dan bukan untuk umat Islam secara umum. 

“Saya bantah, bukan itu, kementerian agama itu hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU,” katanya dikutip dari Tempo.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian agama
Editor : Setyo Puji Santoso

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top