Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksinasi Booster, Menkes: Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas!

Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta agar suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga tidak diberikan terlebih dahulu ke masyarakat umum non-nakes.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  14:25 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). - Antara
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan Vaksinasi Massal bagi tenaga kesehatan dosis pertama vaksin Covid-19 Sinovac di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2/2021). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tenaga kesehatan kini sudah bisa mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga. Menteri Kesehatan memastikan pasokannya cukup namun belum bisa disuntikan untuk masyarakat umum.

“Kita dapatkan bantuan Moderna dari pemerintah Amerika yaitu 4 juta. Sementara kebutuhan untuk tenaga kesehatan 1,5 juta kita bisa kasihkan dulu untuk seluruh nakes sebagai single shot. Tolong bapak ibu nakes, dari Dinkes juga segera disuntikkan,” kata Budi dalam konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Menkes Budi juga meminta agar suntikan vaksin dosis ketiga tidak diberikan terlebih dahulu ke masyarakat umum non-nakes.

“Kita harus prioritaskan nakes karena merekalah tentara kita bertempur sehari-hari,” ujarnya.

Terkait efikasi Vaksin Sinovac yang belakangan ramai, Budi mengatakan data efikasi vaksin yang digunakan semuanya baru akan keluar akhir tahun ini melihat efektivitasnya setelah digunakan oleh orang di seluruh dunia.

“Datanya akan bisa keluar secara formal sesudah selesainya final report uji klinis 3 akan keluar sekitar akhir tahun ini untuk vaksin-vaksin yang pertama kali keluar akhir tahun lalu seperti Pfizer dan Astrazeneca. Jadi Pfizer, Astrazeneca baru keluar final report uji klinis 3 itu di akhir tahun ini,” tegasnya.

Budi mengingatkan pula agar jangan sampai ada informasi salah yang beredar. Budi menegaskan bahwa data-data dan analisa yang disampaikan terkait efikasi vaksin adalah data tidak resmi.

Sampai data resmi keluar, pemerintah melalui Kemenkes sudah banyak memberikan langkah-langkah penanganan.

“Jangan terlalu banyak spekulasi, karena akan membingungkan masyarakat. Saya juga minta teman-teman media untuk memastikan kita menyebarkan berita-berita yang secara ilmiah secara bukti ilmiahnya benar,” ujarnya.

Adapun, menanggapi permintaan vaksin ketiga, sampai saat ini yang bisa mendapatkan akses baru sekitar 70 juta dari target 208 juta.

“Kalau ada yang ingin mendapatkan vaksin dosis ketiga, secara etika secara moral kita harus berikan dulu vaksin ke orang yang bahkan belum mendapatkan dosis pertama. Pemberian dosis ketiga juga hanya kita berikan kepada nakes karena jumlahnya terbatas. Kalau jumlahnya sudah cukup tahun depan kita bisa lakukan apapun itu,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkes tenaga kesehatan vaksinasi Vaksin Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top