Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Christianto Wibisono Meninggal, Lulusan FISIP UI yang Piawai Menganalisis Bisnis

Christianto seorang ahli ekonomi politik yang sangat rajin menulis buku, dan cukup kritis menuangkan tulisannya berbentuk artikel di berbagai media massa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juli 2021  |  22:37 WIB
Christianto Wibisono - Istimewa
Christianto Wibisono - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom senior Didik J Rachbini menyebut mendiang Christianto Wibisono merupakan seseorang yang terus produktif dan tak kenal lelah dalam mendedikasikan dirinya sebagai cendekiawan, pemikir dan penulis buku.

“Pada masa reformasi atau pasca-Orde Baru, Christianto Wibisono tetap aktif menuangkan pemikirannya di berbagai media dan menulis buku,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (22/7/2021).

Didik mengatakan, Christianto seorang ahli ekonomi politik yang sangat rajin menulis buku, dan cukup kritis menuangkan tulisannya berbentuk artikel di berbagai media massa.

Bahkan dalam tulisan Sjahrir berjudul Pakar Ekonomi, Kebijakan Ekonomi dan Ekonomi Politik pada 1994, Christianto diakui masuk dalam 25 pakar ekonomi papan atas politik pada masa Orde baru.

Ukuran kepakaran Christianto dan 25 pakar sejawat lainnya dipersempit sebagai ahli ekonomi yang rajin menulis dan menuangkan pemikiran khususnya di koran Kompas yang dibaca oleh jutaan warga Indonesia.

Nama Christianto diakui termasuk ke dalam klub 25 ekonom tersebut dan berperan sebagai analis bidang bisnis dan ekonomi politik, meskipun lulus dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Indonesia (FISIP) dan bukan fakultas ekonomi.

Pada masa Orde Baru, Christianto mendirikan Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) yang tidak hanya menyediakan data-data bisnis melalui lembaga tersebut, namun juga aktif menggelar seminar dengan uraian data-data bisnis yang kuantitatif.

“Sekaligus analisa ekonomi politik tentang lingkungan bisnis Indonesia yang kompleks dan bahkan terkandung misteri yang sulit ditebak,” ujar Didik.

Terlebih lagi, Didik bercerita bahwa bulan lalu Christianto masih terus berkomunikasi dengan dirinya sekaligus mendapat kiriman buku karya Christianto berjudul Kencan Dinasti Menteng yang memiliki tebal 362 halaman.

“Sampai beliau wafat saya tidak pernah mendiskusikan buku ini kecuali di beberapa bagian pemikirannya di grup Whatsapp anggota KEN masa SBY (2009-2014) di mana kita berdua ada di situ,” jelasnya.

Didik menuturkan, pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dirinya bersama Christianto pernah menjadi anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) yang diangkat presiden untuk memberikan saran dan nasehat dalam kebijakan bidang ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ui ekonomi

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top