Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Adik Kim Jong-un: Ekspektasi AS Salah Soal Kemungkinan Dialog

Pernyataan Kim ini tepat sehari setelah Perwakilan AS untuk Urusan Korea Utara Sung Kim yang mengatakan AS menghendaki bertemu dengan Korut di mana saja, kapan saja tanpa syarat.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  18:59 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan istrinya Ri Sol-ju saat menonton pertunjukan untuk memperingati Hari Bintang Bersinar, hari ulang tahun mendiang Kim Jong-il, di Teater Seni Mansudae di Pyongyang, Korea Utara dalam foto tanpa tanggal yang dirilis Agensi Berita Sentral Korea (KCNA), Rabu (17/2/2021)./Antara - KCNA via Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan istrinya Ri Sol-ju saat menonton pertunjukan untuk memperingati Hari Bintang Bersinar, hari ulang tahun mendiang Kim Jong-il, di Teater Seni Mansudae di Pyongyang, Korea Utara dalam foto tanpa tanggal yang dirilis Agensi Berita Sentral Korea (KCNA), Rabu (17/2/2021)./Antara - KCNA via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Adik pemimpin Korea Utara, Kim Yo-jong menegaskan bahwa anggapan Amerika Serikat salah setelah Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan Kim memperlihatkan sinyal yang menarik untuk kemungkinan dialog AS-Korut.

Dilansir dari Yonhap pada Selasa (22/6/2021), pernyataan Kim ini tepat sehari setelah Perwakilan AS untuk Urusan Korea Utara Sung Kim yang mengatakan AS menghendaki bertemu dengan Korut di mana saja, kapan saja tanpa syarat.

"Pepatah Korea mengatakan, dalam mimpi, yang paling penting adalah membacanya, bukan memilikinya. Tampaknya AS dapat menafsirkan situasi sedemikian rupa untuk mencari kenyamanan bagi dirinya sendiri,” katanya seperti dikutip dari Korean Central News Agency.

Harapan adalah yang mereka pilih untuk berlabuh ke arah yang salah dan akan menjerumuskan mereka ke dalam kekecewaan yang lebih besar,” tambahnya.

Dalam pertemuan Partai Buruh yang berkuasa di Korea Utara, pemimpin Kim mengatakan negaranya harus siap untuk berdialog dan berkonfrontasi dengan AS dan mendesak upaya untuk mengendalikan situasi di Semenanjung Korea secara stabil.

Sementara itu, dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu, Sullivan mengungkapkan bahwa pernyataan Kim merupakan sinyal yang menarik.

Pada hari Senin, utusan khusus AS untuk Utara menyerukan Pyongyang untuk kembali pada dialog.

"Kami terus berharap DPRK akan menanggapi secara positif penjangkauan kami dan tawaran kami untuk bertemu di mana saja, kapan saja tanpa prasyarat," kata Kim setelah berbicara dengan rekannya dari Korea Selatan.

Profesor Universitas Studi Korea Utara Yang Moo-jin mengatakan pernyataan Kim Yo-jong tidak boleh ditafsirkan sebagai penolakan terhadap tawaran AS untuk berdialog, tetapi tuntutan agar Washington memberikan lebih banyak insentif bagi Pyongyang untuk kembali ke meja perundingan.

"Saya rasa itu bukan pernyataan yang menggambarkan penolakan terhadap tawaran dialog. Itu lebih terlihat seperti menuntut alasan yang lebih konkret dan jujur yang dapat membenarkan kembalinya dialog daripada hanya membuat proposal yang tidak jelas untuk pertemuan tanpa prasyarat," tuturnya.

Dialog nuklir AS - Korea Utara masih jalan di tempat sejak pertemuan Hanoi antara Presiden Donald Trump dan Kim Jong-un pada 2019 yang berakhir tanpa kesepakatan.

Korea Utara telah menuntut AS membatalkan kebijakan yang melawan Pyongyang sebagai prasyarat utama untuk kembali ke dialog. Para ahli percaya Korea Utara memandang latihan militer bersama antara Korea Selatan dan AS sebagai bagian dari agenda kebijakan tersebut.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat korut
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top