Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Risiko Penularan Lewat Permukaan Benda Rendah, Masih Perlu Disinfektan?

CDC menyatakan sangat sulit untuk membuktikan penularan melalui permukaan benda terjadi karena transmisi melalui udara tidak bisa dikesampingkan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 22 April 2021  |  09:01 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). Penyemprotan tersebut bertujuan untuk menekan penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran dan pemerintahan. - Antara
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). Penyemprotan tersebut bertujuan untuk menekan penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran dan pemerintahan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Center for Disease and Prevention Control (CDC) Amerika Serikat menyatakan risiko penularan dari permukaan benda relatif rendah yakni kurang dari 1 dalam 10.000.

Alih-alih membersihkan permukaan benda dengan disinfektan, CDC justru menyarankan masyarakat memperketat protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“[CDC] mengakui kesulitan untuk melakukan investigasi terkait ini, sangat sulit untuk mendokumentasikan bahwa seseorang tertular Covid-19 akibat menyentuh permukaan suatu benda,” kata Kepala Klinik Mikrobiologi Royal University Hospital Dr Joseph Blondeau, dikutip dari Global News, Kamis (22/4/2021).

Studi CDC tersebut menunjukkan penularan dari permukaan benda bergantung dari sejumlah variabel, termasuk berapa banyak virus di benda itu, berapa lama virus berada di benda tersebut, apakah sudah terkontaminasi dengan cairan pembersih, suhu, atau ventilasi.

CDC juga menyatakan sangat sulit untuk membuktikan penularan melalui permukaan benda terjadi karena transmisi melalui udara tidak bisa dikesampingkan.

“Saya tidak kaget jika mereka [CDC] akan menyatakan bahwa transmisi melalui permukaan benda memiliki risiko yang sangat kecil,” jelasnya.

Studi CDC menemukan berapa lama virus bisa bertahan pada permukaan benda. Pada permukaan berpori, virus Corona bisa bertahan dalam beberapa menit hingga jam.

Sebaliknya, pada permukaan tidak berpori seperti besi, kaca, plastic, virus bisa bertahan berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

“Anda harus membayangkan bahwa kontak [antara permukaan yang terkontaminasi dan seorang manusia] harus terjadi dalam waktu singkat,” ujar associate professor Fakultas ilmu Kesehatan Simon Fraser University Ralph Pantophlet.

Jika memang kontak terjadi, ia mengatakan itu tidak akan membuat orang langsung sakit. Menurutnya, orang baru terinfeksi Covid-19 jika tangan yang terkontaminasi tersbeut menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Untuk itu, dia menekankan bahwa mencuci tangan secara regular harus menjadi kebiasaan rutin, bahkan jika peluang penularan melalui permukaan benda ini tergolong rendah.

CDC pun menyarankan membersihkan permukaan benda dengan sabun atau deterjen sehari sekali sudah cukup, jika tidak ada kasus Covid-19 di sekitar.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top