Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Catat! Vaksinasi Lansia Sudah Dipermudah, Tak Perlu Pakai KTP Setempat

Saat ini seluruh fasilitas layanan kesehatan dan sentra vaksinasi sudah menerima lansia dengan KTP dari mana pun dan tanpa perlu menunjukkan keterangan domisili. 
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 April 2021  |  15:02 WIB
Suasana vaksinasi untuk pelaku UMKM di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (01/04).  - Bisnis.com/Laurensia Felise\r\n
Suasana vaksinasi untuk pelaku UMKM di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Kamis (01/04). - Bisnis.com/Laurensia Felise\\r\\n
Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan berharap bisa mendorong vaksinasi terhadap lansia, salah satu caranya dengan membuka seluruh sentra vaksinasi tanpa perlu menunjukkan KTP setempat atau keterangan domisili yang sama dengan sentra vaksinasi. 
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan bahwa saat ini seluruh fasilitas layanan kesehatan dan sentra vaksinasi sudah menerima lansia dengan KTP dari mana pun dan tanpa perlu menunjukkan keterangan domisili. 
“Jadi walaupun bukan KTP DKI Jakarta, atau tidak tinggal di Jakarta lansia yang sedang berada di Jakarta bisa tetap dapat vaksin. Tapi tetap harus mendaftar terlebih dahulu. Jangan termakan hoaks bahwa vaksinasi lansia bisa langsung datang atau go show,” tegas Nadia pada Doalog KPCPEN, Selasa (6/4/2021). 
Selain itu, Nadia juga menegaskan bawha tempat penyuntikkan vaksin dosis pertama dan kedua harus sama. Hal ini lantaran banyak lansia yang protes tak bisa vaksinasi kedua di fasyankes terdekat. 
“Karena datanya sudah terkumpul di pusat, lokasi vaksinasi akan menyediakan dosis vaksin kedua sesuai data pada vaksin pertama,” jelasnua. 
Pendaftaran vaksinasi lansia diharapkan untuk mencegah terjadinya kerumunan, sehingga lansia yang akan divaksin tidak ragu dan yakin lokasinya aman dari penularan Covid-19. 
Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengatakan lansia harus divaksin karena 12 persen kasus Covid-19 terjadi pada lansia. Namun, 50 persen kematian terjadi pada lansia, proporsinya sangat besar sehingga perlu pencegahan dengan vaksinasi. 
“Ini sama seperti, 1 dari 3 pasien Covid-19 itu lansia, dan 1 dari 3 yang meninggal itu lansia,” jelas Dirga. 
Hal ini juga menjelaskan mengapa pemerintah sangat berupaya keras meminta bantuan seluruh pihak untuk memacu agar seluruh lansia bisa dilindungi dengan vaksinasi. 
“Kenapa kita gelisah masih 8 persen dari target, karena kita ingin melindungi sesegera mungkin sehingga kematian bisa kita tekan sebanyak mungkin. Kalau lansia barriernya banyak, kita perlu mensupport, dari lingkup terdekat, anak keluarga, jangan sampai kita anak menjadi penghalang. Jangan orang tua tidak bisa vaksin karena tidak dapat restu dari anaknya,” tegasnya. 
Dirga mengharapkan dari lingkup terdekat seperti keluarga, anak, atau cucu bisa membantu lansia mendaftarkan diri untuk vaksin Covid-19. Sampaikan informasi yang tepat agar lansia tak ragu divaksin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian kesehatan vaksinasi Covid-19
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top